ABSTRAK Muhammad Huwaidi Rabbani
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 1 Muhammad Huwaidi Rabbani
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 2 Muhammad Huwaidi Rabbani
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 3 Muhammad Huwaidi Rabbani
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 4 Muhammad Huwaidi Rabbani
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 5 Muhammad Huwaidi Rabbani
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 6 Muhammad Huwaidi Rabbani
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
PUSTAKA Muhammad Huwaidi Rabbani
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
LAMPIRAN Muhammad Huwaidi Rabbani
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Kawasan Sentra Sepatu Cibaduyut merupakan sentra industri yang telah lama berfungsi
sebagai pusat produksi alas kaki berbasis keluarga dan menjadi salah satu identitas ekonomi
Kota Bandung. Penetapan Cibaduyut sebagai Kawasan Strategis Kota (KSK) Bandung serta
citranya sebagai tujuan wisata belanja, mendorong peningkatan arus pengunjung, investasi,
dan pembangunan baru yang meningkatkan nilai ekonomi ruang secara signifikan. Perubahan
ini menggeser orientasi pemanfaatan ruang kawasan dan menimbulkan indikasi gentrifikasi
komersial. Gentrifikasi komersial terjadi ketika bisnis-bisnis baru yang memiliki tingkat lebih
tinggi menggeser toko-toko lokal yang telah lama beroperasi. Dampak paling nyata dari
proses ini di Kawasan Sentra Sepatu Cibaduyut adalah displacement pengrajin sepatu yang
telah lama membuka usaha di kawasan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
dampak gentrifikasi komersial terhadap displacement pengrajin sepatu serta respons
pengrajin atas perubahan yang terjadi. Penelitian ini menggunakan metode mixed method,
dengan kuesioner yang disebar melalui teknik snowballing kepada pengrajin sepatu yang
mengalami displacement, kemudian ditriangulasikan dengan temuan wawancara. Data
dianalisis menggunakan statistik deskriptif, dan analisis tabulasi silang (crosstab). Hasil
penelitian menunjukkan bahwa gentrifikasi komersial di Kawasan Sentra Sepatu Cibaduyut
berlangsung secara bertahap, dengan displacement pengrajin sepatu yang didominasi bentuk
indirect displacement. Displacement yang terjadi berdampak pada perubahan omzet, jaringan
pasar, akses bahan baku, dan pergeseran lokasi produksi ke luar Kawasan Cibaduyut.
Perpustakaan Digital ITB