digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak_Aliza Syifana
Terbatas  Perpustakaan Prodi Arsitektur
» Gedung UPT Perpustakaan

Iklim adalah keadaan cuaca rata-rata pada daerah tertentu dalam jangka waktu yang panjang. Perubahan pada iklim dapat terjadi secara alamiah karena perubahan aktivitas matahari dan kejadian luar biasa pada alam, seperti bencana. Sejak 1800-an, aktivitas manusia menjadi faktor utama perubahan iklim. Kegiatan ini menghasilkan gas-gas yang membuat lapisan seperti penahan yang menghalau sinar matahari untuk terpantul keluar bumi. Akibatnya, sinar matahari terperangkap dan suhu bumi meningkat. Perubahan suhu rata-rata ini memicu perubahan lain pada bumi, termasuk iklim. Konsekuensi dari perubahan iklim sudah cukup terlihat saat ini, tidak hanya pada keadaan lingkungan, tapi juga pada kualitas kehidupan manusia. Berdasarkan survei oleh Peoples’ Climate Vote 2024 oleh University of Oxford dan GeoPoll, 60% responden merasa lebih khawatir terhadap perubahan iklim daripada tahun sebelumnya dan 54% merasa membutuhkan pembelajaran yang lebih banyak mengenai perubahan iklim. Pengetahuan masyarakat terhadap perubahan iklim adalah hal yang baik. Namun, masih banyak lapisan masyarakat yang tidak mengetahui usaha apa yang harus diambil untuk menghadapi perubahan iklim. Sudah menjadi kewajiban bagi setiap orang untuk mengambil tindakan demi menjaga kestabilan iklim. Untuk menjawab permasalahan ini, dibutuhkan edukasi mengenai perubahan iklim yang terbuka untuk semua orang sebagai salah satu langkah menghadapi ancaman iklim global. Selain itu, sebagai upaya mengatasi perubahan iklim, perlu ada usaha dalam menerapkan sistem ramah lingkungan dalam perancangan bangunan. Proyek ini merupakan desain dari sarana edukasi informal berbasis ekshibisi sebagai upaya peningkatan pemahaman dan kepedulian masyarakat terhadap isu perubahan iklim dan upaya reduksi emisi gas rumah kaca yang dihasilkan bangunan melalui penerapan arsitektur hijau. Ekshibisi utama pada bangunan didesain untuk menyampaikan penyebab dan akibat dari perubahan iklim pada setiap elemen yang ada di bumi. Alur ekshibisi menggunakan konsep ‘Freedom-to-Wonder’. Dengan konsep ini, pengunjung bebas untuk mengunjungi setiap bagian ekshibisi. Setiap bagian ekshibisi terhubung untuk menciptakan aliran sirkulasi yang mengalir secara alami. Sebagai upaya menghadapi perubahan iklim, proyek ini menggunakan pendekatan arsitektur hijau, seperti integrasi solar panel, daur ulang air hujan, penggunaan sistem penghawaan ramah lingkungan, pemilihan material, roof garden, dan rain garden untuk menyerap air hujan di kawasan proyek. Design framework yang digunakan dalam merancang proyek ini adalah concept-based design. Proyek ini terletak di Jl. Ir. H. Juanda, Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung dengan luas tanah ±10.000 m2. Metode yang digunakan untuk mendukung perancangan bangunan ini adalah studi literatur, studi preseden, dan analisis perilaku pengguna. Proyek ini menjawab SDGs No. 4: Quality Education, No. 7: Affordable and Clean Energi, dan No. 13: Climate Action. Proyek ini diharapkan bisa meningkatkan kepedulian masyarakat mengenai iklim saat ini melalui ekshibisi interaktif dan terlibat secara langsung dalam upaya mengurangi dampak buruk pemanasan global dan perubahan iklim.