digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK_Natali Kayla Jingganita
Terbatas  Perpustakaan Prodi Arsitektur
» Gedung UPT Perpustakaan

Revolusi industri 4.0 di Indonesia membawa perubahan akan bagaimana cara Masyarakat hidup dan bekerja. Fenomena ini berdampak pada perkembangan berbagai macam platform media sosial dan E-commerce yang pesat. Perkembangan ini mengakibatkan sebagian besar masyarakat Indonesia saat ini menggunakan media sosial sebagai sumber informasi dan E-commerce sebagai platform jual beli daring yang diminati karena lebih efektif secara waktu dan tenaga. Maka dari itu, organisasi dan perusahaan mulai dari brand lokal hingga perusahaan internasional menggunakan metode digital marketing yang dilakukan oleh para digital creator untuk mempromosikan produk dan kegiatan mereka secara lebih efektif. Pada tahun 2024, Tiktok menjadi platform media sosial kedua yang paling banyak digunakan untuk kegiatan digital marketing, hal ini menunjukkan betapa besar potensi Tiktok di Indonesia. Meskipun telah meraih popularitas, Tiktok masih menghadapi tantangan dalam menjalin interaksi yang efektif dengan pengguna, khususnya para digital creator. Hal ini berdampak pada laju perkembangan platform dan pertumbuhan para digital creator karena minimnya kegiatan. Di sisi lain, meskipun pekerjaan digital creator menawarkan fleksibilitas yang tinggi, keberadaan ruang kerja fisik tetap penting untuk menunjang kegiatan profesional, proses kreatif, belajar, dan kolaborasi antar digital creator. Sehubungan dengan hal tersebut, perlu adanya wadah yang dapat mengakomodasi interaksi sosial antara para digital creator, serta antara digital creator dengan pihak penyedia platform, yaitu digital creator management yang merupakan divisi perwakilan dari perusahaan Tiktok. Untuk mewujudkan hal tersebut dirancanglah sebuah ruang kolaborasi kreatif sebagai Beranda Tiktok atau perpanjangan dari kantor Perusahaan Tiktok yang memfokuskan pada wadah terlaksananya program-program inovatif Tiktok sebagai bentuk pembangunan relasi antara penyedia dan pengguna platform. Berbeda dengan kantor pusat Tiktok Indonesia yang saat ini berada di MCC Tower Sudirman, Beranda Tiktok ini tidak hanya memberikan fasilitas kepada para karyawan perusahaan saja tetapi juga para digital creator, digital creator agency, local brand, dan publik sebagai pihak yang turut serta dalam perkembangan media sosial Tiktok. Selain tujuan yang dituliskan sebelumnya, Beranda Tiktok ini juga berfungsi sebagai wujud citra visi, misi, dan nilai perusahaan yang dapat digunakan sebagai sarana edukasi masyarakat terhadap dunia digital marketing lewat visualisasi terhadap alur kerja digital creator. Berdasarkan hasil analisis pengguna, tapak, konteks dan isu, diperoleh beberapa persoalan perancangan. Yang pertama adalah implementasi citra perusahaan media sosial Tiktok meliputi visi, misi, budaya, dan karakteristik pada perancangan ruang Beranda Tiktok. Yang kedua adalah penciptaan suasana ruang kerja dinamis dan sehat bagi para pengguna bangunan (creator management, digital creator, dan digital creator agency) yang bekerja di bidang media sosial untuk dapat berpikir secara kreatif dan berkolaborasi satu sama lain lewat memperbesar rasio area kolaborasi daripada area ruang kerja pribadi, disusul dengan area restoratif. Persoalan yang terakhir adalah konektivitas ruang Beranda Tiktok dengan lingkungan sekitarnya yang mayoritas merupakan kawasan perumahan. Tujuannya adalah untuk menghindari kesan eksklusif dan membuka akses bagi masyarakat umum melalui penyediaan ruang publik terbuka hijau yang dapat diakses oleh semua orang. Pendekatan yang diambil untuk perancangan ruang Beranda Tiktok ini adalah spatial composition for creativity (sources, void, encounter, seclusions, ambiance, views,visual cues, activator, platform for ideas, and variation), collaboration workplace (mencakup fleksibilitas, ruang komunal, open plan layout, dan technology integrated space) dan biophilic design.