digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

2026 SK PP Final Project Adinda Mariska Kesuma Firdaus_19223021
Terbatas  Jufrizal Effendi, S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan

Ekosistem startup Indonesia termasuk yang terbesar di Asia Tenggara, namun pendanaan telah mengalami penurunan selama tiga tahun terakhir, dan startup-startup di Asia Tenggara berhasil mengumpulkan USD 5,37 miliar dari 461 transaksi pada tahun 2025, jauh di bawah angka puncak pada tahun 2022. Kriteria yang diterapkan investor untuk menentukan perusahaan mana yang lolos seleksi memiliki dampak langsung bagi para pendiri. Modal swasta, modal ventura korporasi (CVC), dan investor malaikat memiliki mandat yang berbeda-beda, namun penelitian sebelumnya memperlakukan para investor tersebut sebagai satu kelompok tunggal, serta hanya mengkaji kriteria lingkungan melalui data kuantitatif berskala internasional yang tidak menggali alasan di balik kriteria tersebut. Belum ada penelitian di Indonesia yang meneliti ketiga jenis investor ini secara bersamaan.Penelitian kualitatif ini membahas penilaian terhadap perusahaan rintisan di Indonesia, baik dari segi ekonomi maupun lingkungan, yang dilakukan oleh modal swasta, CVC, dan investor malaikat. Enam organisasi berpartisipasi dalam wawancara semi-terstruktur, yang dipilih melalui metode Maximum Variation Sampling. Analisis tematik reflektif menggunakan NVivo menghasilkan enam tema, delapan belas kategori, dan enam puluh dua node.Keenam kasus tersebut diringkas menjadi lima kriteria ekonomi: ukuran pasar dan skalabilitas; kualitas pendiri dan tim; profitabilitas; ekonomi unit; serta visi jangka panjang. Kualitas pendiri dan tim merupakan faktor dengan bobot tertinggi, dengan integritas pendiri disebut sebagai atribut paling krusial. Penilaian lingkungan berfungsi sebagai penyaringan negatif, bukan sebagai penghargaan atas orientasi ramah lingkungan.Hubungan antara kedua dimensi tersebut bersifat asimetris: kelayakan ekonomi berperan sebagai ambang batas non-kompensatif, sedangkan nilai lingkungan berfungsi sebagai atribut kompensatif. Sebuah usaha yang kuat secara finansial namun memiliki kinerja lingkungan yang buruk tetap mendapat investasi dengan syarat adanya langkah-langkah mitigasi; sedangkan kasus sebaliknya ditolak oleh semua peserta. Pertimbangan lingkungan masuk pada tahap berbeda sesuai mandat dana: investor berdampak sejak awal, investor komersial setelah investasi, dan investor berafiliasi negara mengikuti rencana nasional. Ini menunjukkan bahwa mandat dana, bukan jenis investor, mendorong heterogenitas investor.