Dalam lingkungan bisnis yang semakin dinamis saat ini, industri perhotelan menghadapi
tantangan signifikan akibat perubahan regulasi eksternal dan pergeseran perilaku pasar. Di
Indonesia, kebijakan efisiensi anggaran pemerintah telah menciptakan gangguan besar bagi
hotel yang sangat bergantung pada permintaan terkait pemerintah, khususnya di destinasi
perkotaan seperti Bandung. Kasus ini meneliti bagaimana Mitra Hotel Bandung dapat
meningkatkan tingkat huniannya sebagai respons terhadap kebijakan efisiensi anggaran
pemerintah Indonesia, khususnya Peraturan Presiden (Perpres) No. 54/2024 dan Peraturan
Menteri Keuangan (PMK) No. 190/2024, yang secara signifikan mengurangi pengeluaran
perjalanan dinas dan acara. Kasus ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk memberikan
pemahaman mendalam tentang penurunan hunian dan solusi strategis yang dibutuhkan untuk
pemulihan. Data primer dikumpulkan melalui wawancara dengan General Manager Mitra
Hotel Bandung, didukung oleh data sekunder dari platform perjalanan online dan laporan
industri. Analisis ini menerapkan beberapa alat diagnostik strategis, termasuk Analisis Garis
Waktu, Analisis Siklus Hidup Hotel, Analisis PESTEL, Lima Kekuatan Porter, Pemetaan
Persepsi, Analisis Rantai Nilai, dan Pemetaan Perjalanan Pelanggan. Selanjutnya,
pengembangan solusi disusun menggunakan Matriks TOWS dan didukung oleh Matriks
RACI untuk memastikan perencanaan eksekusi yang jelas. Temuan menunjukkan bahwa
Mitra Hotel Bandung mengalami penurunan struktural dalam tingkat hunian yang disebabkan
oleh penurunan tajam pemesanan hari kerja dari segmen pemerintah, diperparah oleh
kelemahan internal seperti fasilitas yang ketinggalan zaman, adopsi teknologi yang terbatas, dan diferensiasi pengalaman pelanggan yang tidak memadai. Berdasarkan analisis
terintegrasi, kasus ini mengusulkan enam inisiatif strategis berurutan yang terdiri dari
Penyegaran Hotel, Pemfokusan Ulang Pasar, Peningkatan Layanan, Hidupkan Hotel, Magnet
Komunitas, dan Peningkatan Digital. Strategi-strategi ini diproyeksikan untuk secara
bertahap memulihkan kinerja hunian dari sekitar 44,40% menjadi sekitar 80% melalui
diversifikasi pasar, peningkatan layanan, aktivasi pengalaman, dan visibilitas digital yang
lebih kuat. Hasil studi kasus ini memberikan rekomendasi strategis praktis bagi Mitra Hotel
Bandung untuk mengurangi ketergantungan pada permintaan pemerintah dan memperkuat
daya saingnya di pasar perhotelan Bandung.
Kata Kunci: Tingkat Hunian Hotel, Kebijakan Efisiensi Anggaran Pemerintah, Regenerasi
Strategis, Strategi Perhotelan, Mitra Hotel Bandung
Perpustakaan Digital ITB