digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Gabriela Panggabean [27125053]
PUBLIC Open In Flipbook Noor Pujiati.,S.Sos

Penelitian ini membahas cara mengolah informasi yang sulit menjadi animasi gerak di kanal YouTube "Kok Bisa?". Sebagai kanal edukasi yang populer, "Kok Bisa?" menggunakan gaya motion graphics untuk menyederhanakan topik sains dan sosial bagi penonton muda. Fokus utama riset ini adalah melihat bagaimana gabungan antara cerita (narasi), prinsip animasi, dan cara bercerita secara visual (visual storytelling) bisa saling bekerja sama supaya penonton lebih mudah paham. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teori estetika media dari Herbert Zettl, yang membedah elemen dari sisi penglihatan (sight), suara (sound), dan gerak (motion). Data dikumpulkan melalui studi pustaka, observasi 12 video dari tahun 2015 sampai 2026, serta wawancara langsung dengan tim penulis dan animator "Kok Bisa?". Selain itu, 7 orang penonton usia 17–25 tahun juga diwawancarai untuk melihat pendapat mereka terhadap perubahan visual animasi tersebut. Dalam hasil wawancara ditemukan bahwa penggunaan prinsip animasi seperti timing, slow in slow out, dan staging sangat membantu memperjelas maksud cerita. Temuan penting lainnya adalah peran karakter "Kobi" dan visual yang lebih ekspresif pada video tahun 2026 terbukti membuat penonton lebih tertarik secara emosional dibandingkan video tahun 2016 yang masih kaku. Gabungan antara narasi yang santai dan gerakan visual yang dinamis inilah yang berhasil mengubah konsep rumit menjadi tontonan yang mudah dimengerti.