Penelitian ini bertujuan menganalisis spektrum akustik makharijul huruf sebagai dasar pengembangan modul pembelajaran fisika akustik berbasis konteks pesantren. Penelitian difokuskan pada huruf makhraj al-halq, yaitu hamzah (?), ha’ (??), ‘ain (?), ha (?), ghain (?), dan kho’ (?), melalui analisis frekuensi forman pertama (F1) dan frekuensi forman kedua (F2). Penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan mengadaptasi model ADDIE hingga tahap Development. Data suara direkam dan dianalisis menggunakan perangkat lunak Praat untuk menghasilkan spektrogram dan mengekstraksi nilai frekuensi forman.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap huruf makhraj al-halq memiliki karakteristik akustik yang berbeda, dengan rentang nilai F1 sebesar 601,72– 1251,68 Hz dan F2 sebesar 1457,20–2195,46 Hz. Analisis deskriptif menunjukkan bahwa kelompok pembaca Al-Qur'an bersertifikat memiliki distribusi nilai forman yang lebih konsisten dibandingkan kelompok pembaca pemula. Hasil uji Mann– Whitney U menunjukkan bahwa sebagian besar perbedaan distribusi nilai F1 dan F2 belum signifikan pada taraf signifikansi ? = 0,05, meskipun beberapa huruf menunjukkan effect size kecil hingga sedang.
Temuan tersebut dimanfaatkan sebagai dasar pengembangan modul pembelajaran fisika akustik yang mengintegrasikan konsep gelombang bunyi, resonansi rongga vokal, dan frekuensi forman dengan fenomena pelafalan huruf hijaiyah di lingkungan pesantren. Hasil validasi memperoleh skor rata-rata 3,50 dari ahli materi dan 3,70 dari ahli pembelajaran, sehingga modul termasuk kategori sangat layak. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemanfaatan analisis spektrum akustik makharijul huruf sebagai konteks pengembangan modul pembelajaran fisika akustik berbasis pesantren.
Perpustakaan Digital ITB