digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Syarif Rahman
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

Industri konstruksi Indonesia yang didominasi oleh kontraktor kecil menghadapi tekanan efisiensi pada sistem produksinya akibat lonjakan biaya energi dan gangguan pasokan logistik dalam beberapa tahun terakhir. Penerapan prinsip lean berpotensi mengatasi permasalahan tersebut. Tiga aliran lean telah dikenal luas, yaitu lean umum, lean manufacturing, dan lean construction, dengan perumusan yang beragam antarsumber. Kajian mengenai sejauh mana sistem produksi konstruksi yang diterapkan oleh kontraktor kecil di Indonesia sejalan dengan prinsip lean perlu diawali dengan pemetaan sistematis atas prinsip-prinsip lean itu sendiri, baik dari sisi esensi, keselarasan lintas aliran, maupun bentuk operasional yang merefleksikan penerapannya. Penelitian ini dilaksanakan sebagai kajian literatur murni terhadap sumber primer setiap aliran. Tiga tujuan penelitian dijawab melalui tiga metode analisis. Pertama, thematic analysis untuk mengidentifikasi esensi prinsip lean dari tiga aliran. Kedua, framework analysis dengan pendekatan strict citation untuk menyandingkan prinsip lintas aliran ke dalam matriks komparatif. Ketiga, directed content analysis untuk mengidentifikasi key action sebagai penanda operasional dari sumber primer. Melalui penelitian ini dihasilkan tiga luaran. Pertama, identifikasi tiga puluh prinsip lean beserta esensinya, terdiri atas sebelas prinsip lean construction, empat belas prinsip lean manufacturing, dan lima prinsip lean umum. Kedua, matriks penyandingan yang memuat dua puluh hubungan antarprinsip lintas aliran dan menunjukkan konvergensi tinggi di antara ketiga aliran, dengan tiga prinsip khas lean construction, empat prinsip khas lean manufacturing, dan nol prinsip khas lean umum. Prinsip yang terkait dengan aliran dan waktu menempati posisi paling sentral, yaitu Create Flow pada lean umum, One-Piece Flow pada lean manufacturing, dan Reduce Cycle Time pada lean construction. Ketiga, enam puluh dua key action sebagai penanda operasional prinsip lean yang tersebar pada lima belas prinsip, yaitu sebelas prinsip lean construction dan empat prinsip khas lean manufacturing. Ketiga luaran ini menjadi fondasi konseptual bagi penelitian selanjutnya yang akan mengkaji sejauh mana praktik penerapan prinsip lean pada sistem produksi konstruksi.