digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Angeline [27125074]
PUBLIC Open In Flipbook Noor Pujiati.,S.Sos

Beras merupakan komoditas pangan strategis yang memiliki dimensi sosiokultural dan ekonomi yang kaya di Pulau Jawa. Sebagai makanan pokok universal, produsen memanfaatkan desain kemasan sebagai medan diferensiasi utama, sehingga memunculkan keragaman estetika visual. Penelitian kualitatif deskriptif ini bertujuan untuk mengidentifikasi elemen visual dominan, mendeskripsikan adaptasi simbol budaya, dan menganalisis tujuan komunikasi visual di balik pemilihan pola gaya grafis kemasan beras. Objek penelitian difokuskan pada kemasan plastik 5 kg dan karung 25 kg di pasar tradisional serta supermarket modern kawasan Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur pada tahun 2026. Penelitian ini dibatasi pada aspek visual-formal kemasan, kajian dilakukan melalui tiga lensa pembacaan yang saling melengkapi, analisis ikonografi, analisis material dan teknik cetak, serta analisis gaya visual yang diukur menggunakan instrumen kuantitatif tujuh parameter. Hasil penelitian menghasilkan model taksonomi visual yang mengklasifikasikan desain kemasan beras di Pulau Jawa ke dalam tiga pola gaya makro, yaitu Gaya Tradisional, Gaya Hibrida, dan Gaya Modern, yang diperinci lebih lanjut ke dalam tujuh sub-gaya yang bersifat operasional. Temuan ini menegaskan bahwa kemasan diposisikan bukan sekadar wadah fungsional, melainkan media budaya yang merekam pertemuan antara nilai agraris, dinamika akulturasi, dan tuntutan pasar modern. Pemilihan gaya grafis merupakan wujud strategi komunikasi merek yang secara sadar memanfaatkan kode-kode kultural untuk membangun kepercayaan konsumen dan memperkuat positioning di pasar sasaran.