Metode penghitungan biomassa menjadi salah satu faktor penting dalam pemantauaan managemen hutan dan kebijakan dalam rangka memerangi pemanasan global. Metode penghitungan biomassa yang memanfaatkan teknologi pengindraan jauh, pada umumnya memanfaatkan metode indeks vegetasi, untuk kemudian dicari korelasinya dengan data pengukuran biomassa lapangan. Vegetasi indek yang banyak digunakan adalah Normalized difference vegetation Index (NDVI). Namun penghitungan biomassa dari indeks vegetasi atau pemanfaatan reflektansi, untuk penghitungan biomassa memiliki kelemahan yaitu kemampuanya yang tidak dapat mengidentifikasi komponen spektral campuran dari permukaan bumi untuk tiap pikselnya. Pada penelitian ini spektral campuran tersebut diuraikan untuk tiap pikselnya sebelum pembentukan model dari biomassa. Spektral Mixture Analysis (SMA) digunakan untuk menguraikan komponen spektral campuran dari citra Landsat 5 TM menjadi suatu citra fraksi. Selanjutnya dibentuk model regresi yang kemudian dicari hubungan dari data lapangan dengan nilai fraksi SMA. Hasil dari metode SMA ini kemudian dibandingkan dengan hasil yang diperoleh dari NDVI. Hasilnya menunjukan metode SMA memberikan ketelitian yang lebih baik dengan nilai R2 0,842 dan RMSE 164,0723, dengan menggunakan band 1,2,3,4,5, dan 7 dari Landsat 5 TM.
Perpustakaan Digital ITB