Manajemen hutan merupakan salah satu cara untuk memanfaatkan hutan secara bijaksana. Manajemen hutan dilakukan terhadap berbagai aspek, salah satunya adalah pemantauan terhadap kompetisi intraspesifik yang merupakan salah satu faktor kunci pertumbuhan pohon di dalam hutan. Pohon dapat merespon tekanan kompetitif dari pohon tetangganya melalui pola pertumbuhan batang dan tajuk untuk menghindari kompetisi. Banyak metode pengukuran di bidang kehutanan yang digunakan untuk mengambarkan kompetisi yang terjadi di dalam hutan. Salah satu metode baru yang sedang dikembangkan dalam bidang kehutanan adalah Terrestrial Laser Scanner (TLS). Penelitian ini mengaplikasikan (TLS) untuk mengukur 12 parameter biomassa tumbuhan yang berkaitan dengan interaksi antar pohon. Parameter-parameter itu berupa parameter pada batang, parameter pada tajuk, dan parameter antar pohon Metodologi yang digunakan adalah studi literatur, membuat rencana pengukuran, melaksanakan pengambilan data, mengolah data TLS, mencari besaran parameter yang diinginkan dan melakukan validasi hasil pengukuran TLS dengan membandingkan hasil pengukuran menggunakan pita ukur. Hasil penelitian ini berupa hasil ukuran 12 parameter biomassa yang berkaitan dengan kompetisi antar pohon. Hasil pengukuran menggunakan TLS dapat dinyatakan valid, karena selisih hasil pengukuran dengan hasil pengukuran menggunakan pita ukur sebesar 1 mm – 7.73 cm. TLS dapat diaplikasikan pada bidang kehutanan dan mampu menganalisis bentuk komplek 3-Dimensi dari pohon, terutama plastisitas pertumbuhan dari tajuk pohon, sehingga dapat digunakan untuk memprediksi kompetisi yang terjadi. Namun pengukuran menggunakan TLS mempunyai kendala pada daerah dengan intensitas hembusan angin yang sering karena dapat membuat bentuk objek menjadi tidak konsisten.
Perpustakaan Digital ITB