abstrak_Audrey Shyabilla Dha'arienne S [13321064]
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
COVER
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB I
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Bab II
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Bab III
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB IV
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB V
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
DAFTAR PUSTAKA
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
LAMPIRAN
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Perkembangan teknologi kamera pada smartphone membuka peluang pemanfaatannya sebagai alat ukur warna berbasis citra digital, tetapi reproduksi warna yang dihasilkan masih dipengaruhi oleh karakteristik sensor, pemrosesan citra internal, dan kondisi pencahayaan sehingga sering terjadi perbedaan dibandingkan dengan alat ukur standar seperti kolorimeter. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model koreksi warna untuk meningkatkan akurasi reproduksi warna kamera smartphone menggunakan pendekatan interpolasi polinomial dalam ruang warna CIELAB. Penelitian dilakukan dengan memanfaatkan kamera iPhone 13 sebagai sistem akuisisi citra dan kolorimeter sebagai alat referensi pengukuran warna. Data diperoleh dari objek berupa Macbeth chart dan kertas origami pada tiga kondisi pencahayaan, yaitu warm white, natural white, dan cool white. Nilai warna citra kamera dipetakan terhadap nilai referensi kolorimeter pada komponen L*, a*, dan b* dalam ruang warna CIELAB, kemudian dibangun model koreksi menggunakan interpolasi polinomial dengan penentuan orde optimal berdasarkan analisis mean absolute error (MAE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model yang dikembangkan mampu meningkatkan akurasi warna secara signifikan, dengan penurunan nilai rata-rata perbedaan warna (?E*) dari 19,587 menjadi 7,413 pada warm white, dari 21,784 menjadi 4,042 pada natural white, serta dari 4,671 menjadi 1,994 pada cool white, yang setara dengan peningkatan akurasi warna sebesar 30,447%, 59,763%, dan 67,579%. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan interpolasi polinomial efektif dalam memodelkan hubungan nonlinier antara nilai warna kamera dan referensi kolorimeter sehingga berpotensi meningkatkan keandalan kamera smartphone sebagai alternatif sistem kolorimetri yang lebih praktis dan ekonomis.
Perpustakaan Digital ITB