ABSTRAK Muhammad Fatan Rafiq
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Shape Memory Alloy (SMA) berbasis NiTi memiliki Shape Memory Effect (SME)
dan superelastisitas yang sangat baik, namun keterbatasan biaya material
mendorong pengembangan Fe-based SMAs sebagai alternatif yang lebih ekonomis.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh perlakuan aging terhadap
evolusi struktur mikro, sifat mekanik, dan karakteristik SME pada paduan 52Fe–
28Ni–17Co–3Ti.
Paduan dibuat menggunakan Vacuum Arc Melting Furnace, dihomogenisasi pada
suhu 1100 °C selama 2 jam, kemudian dideformasi melalui hot rolling dengan total
reduksi 69,76%. Spesimen selanjutnya diberi Solution Heat Treatment pada suhu
1100 °C selama 30 menit dan quenching, dilanjutkan aging pada suhu 600 °C
dengan variasi waktu 6, 12, dan 24 jam. Karakterisasi struktur mikro dilakukan
menggunakan Optical Microscopy (OM) dan Scanning Electron Microscopy
(SEM), sedangkan identifikasi fasa menggunakan X-ray Diffraction (XRD). Sifat
mekanik dievaluasi melalui uji kekerasan Vickers dan uji tekan untuk menentukan
critical stress for martensitic transformation (?cr), serta kemampuan SME
dianalisis melalui pengukuran shape recovery ratio.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa aging memicu pembentukan presipitat
berbasis Ti yang menyebabkan peningkatan nilai kekerasan dan ?cr seiring
bertambahnya waktu aging. Nilai SME tertinggi diperoleh pada kondisi aging 6
jam dengan shape recovery ratio sekitar 79%. Aging 12 dan 24 jam menyebabkan
penurunan SME akibat terjadinya over-aging dan meningkatnya hambatan terhadap
transformasi martensitik. Dengan demikian, aging pada suhu 600 °C selama 6 jam
direkomendasikan sebagai kondisi optimum untuk memperoleh keseimbangan
antara sifat mekanik dan performa Shape Memory Effect paduan Fe–Ni–Co–Ti.
Perpustakaan Digital ITB