Muara Sungai Cimanis merupakan estuari di pesisir utara Jawa Barat. Penelitian ini
mengkaji bagaimana pola pasang surut, arus, dan tegangan geser dasar
berkontribusi terhadap variasi turbiditas. Hasil analisis pengukuran lapangan
selama enam hari pada 16 sampai 21 Agustus 2025 menunjukkan tipe pasang surut
tergolong campuran condong tunggal atau mixed diurnal dengan nilai Formzahl
1,0872, konsisten dengan pola dua siklus pasang surut per hari yang teramati di
lapangan, yaitu delapan kali pasang dan delapan kali surut selama periode
pengukuran. Tunggang pasut maksimum tercatat 0,903 meter dengan rata rata
tunggang tiap siklus 0,539 meter, sehingga muara ini tergolong kategori mikrotidal.
Pola arus didominasi arah menuju Selatan sebesar 27,2% pada diagram mawar arus,
sejalan dengan komponen meridional yang mendominasi variansi arus total,
mengikuti orientasi muara yang membentang utara selatan dari mulut muara
menuju badan sungai.
Turbiditas rata rata tercatat 228,73 NTU saat menuju pasang, dan 92,75 NTU saat
menuju surut, atau meningkat 2,5 kali lipat dari surut ke pasang. Tegangan geser
dasar metode TKE dan LP menunjukkan rerata masing masing 0,0164 N/m², dan
0,0237 N/m² saat menuju pasang, lebih tinggi dibandingkan saat menuju surut. Dari
seluruh kejadian tegangan geser dasar yang melampaui ambang kritis resuspensi,
63,6% (TKE) dan 68,8% (LP) terjadi saat menuju pasang, dibandingkan 36,4% dan
31,2% saat menuju surut, pada rentang kecepatan arus 0,027 hingga 0,412 m/s.
Analisis time lag menunjukkan elevasi muka air mendahului kecepatan arus dengan
jeda waktu -150 menit, sementara hubungan arus dengan tegangan geser dasar, arus
dengan turbiditas, dan tegangan geser dasar dengan turbiditas bersifat simultan
tanpa jeda waktu berarti. Pola ini menegaskan elevasi pasang surut sebagai faktor
penggerak utama yang mendahului perubahan arus, tegangan geser dasar, dan
turbiditas, dengan rata rata jeda waktu -140,6 menit.
Perpustakaan Digital ITB