Mahasiswa ITB yang menempuh studi lintas kampus Ganesha–Jatinangor dihadapkan pada pilihan di antara empat moda transportasi dengan karakteristik biaya dan waktu tempuh yang kontras. Penelitian ini menganalisis pengaruh selisih biaya dan waktu tempuh terhadap probabilitas pemilihan Shuttle ITB menggunakan pendekatan Stated Preference dan model Binary Logit. Data primer dikumpulkan dari 217 responden (112 Sepeda Motor Pribadi, 40 Mobil Pribadi, 65 Travel Swasta), menghasilkan 1.953 observasi berdasarkan kartu skenario desain ortogonal.
Hasil menunjukkan selisih biaya dan waktu berpengaruh signifikan terhadap pemilihan Shuttle ITB pada ketiga pasangan moda (Sig.<0,001), dengan biaya mendominasi pada Mobil Pribadi dan waktu mendominasi pada Sepeda Motor Pribadi serta Travel Swasta. Nilai Waktu Asumsi (Rp240,89/menit) terbukti mendekati Nilai Waktu Empiris berbasis uang saku (Rp235,85/menit), memvalidasi asumsi perancangan. Sepeda Motor Pribadi memerlukan percepatan Shuttle ITB sekitar 16,6 menit untuk mencapai titik keseimbangan (P = 50%), dicapai melalui pengurangan waktu tunggu dari 30 menjadi 13,4 menit, misalnya melalui sistem tiket dan peningkatan frekuensi keberangkatan. Mobil Pribadi dan Travel Swasta telah melewati titik keseimbangan pada kondisi eksisting.
Perpustakaan Digital ITB