digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Elfan Dhiyaurrahman Setiawan [13322047]
Terbatas  Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan

COVER
Terbatas  Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB I
Terbatas  Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB II
Terbatas  Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB III
Terbatas  Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB IV
Terbatas  Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB V
Terbatas  Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan

DAFTAR PUSTAKA
Terbatas  Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan

LAMPIRAN
Terbatas  Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan

Pertumbuhan kendaraan listrik mendorong penambahan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik (SPKL) yang berpotensi membebani transformator distribusi secara berlebih dan menurunkan kualitas tegangan. Penelitian ini menganalisis strategi manajemen daya pengisian dinamis berbasis kapasitas sisa pada SPKL yang terhubung ke transformator 630 kVA (20 kV/400 V) di Gardu CRCS, Institut Teknologi Bandung. Profil beban gedung dibangun dari data pemantauan energi ELISA beresolusi per menit pada Labtek V, sedangkan kendaraan acuan yang digunakan adalah BYD Atto 1. Sistem dimodelkan dan disimulasikan dalam mode fasor menggunakan Simscape Electrical, dengan strategi kendali membatasi daya pengisian sesuai kapasitas sisa transformator. Akurasi model divalidasi terhadap data terukur menggunakan RMSE dan MAPE. Hasil simulasi kondisi dasar menunjukkan pembebanan transformator sekitar 20–23% dengan tegangan ? 0,968 pu. Tanpa pengendalian, penambahan beban SPKL berisiko melampaui batas aman 80% (504 kVA) dan menurunkan tegangan di bawah 0,95 pu. Dengan strategi sisa kapasitas dinamis, pembebanan transformator terjaga ? 80% dan tegangan tetap ? 0,95 pu, sementara sekitar 84% permintaan energi pengisian tetap terlayani. Validasi model menghasilkan RMSE ? 0,0121 pu dan MAPE ? 0,65%. Penelitian ini menunjukkan bahwa sisa kapasitas dinamis memungkinkan integrasi SPKL tanpa peningkatan kapasitas transformator sekaligus menjaga kualitas daya, bahkan pada proyeksi pertumbuhan beban hingga 20–30%.