digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

2026 JOVITA LAVENIA HELMA SIDAURUK ABSTRAK
Terbatas Dwi Ary Fuziastuti
» ITB

Perkembangan layanan PayLater meningkatkan kemudahan masyarakat dalam mengakses pembiayaan digital. Namun, kemudahan tersebut juga meningkatkan risiko terjadinya kredit macet yang dapat memengaruhi stabilitas capital dan profit perusahaan penyedia layanan. Permasalahan tersebut mendorong perlunya model matematika untuk menggambarkan dinamika interaksi antara capital perusahaan, pengguna PayLater, dan profit. Model tersebut digunakan sebagai landasan dalam menentukan strategi kontrol untuk meminimalkan dampak kredit macet. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model matematika guna menganalisis dinamika Non-Performing Loan (NPL) pada layanan PayLater serta menentukan strategi kontrol optimal. Model matematika yang dikembangkan berupa sistem persamaan diferensial nonlinier yang mengadaptasi interaksi tipe Lotka-Volterra antara capital perusahan dan pengguna PayLater dengan mengintegrasikan pertumbuhan logistik dan fungsi respon Holling Tipe II. Analisis model dilakukan melalui penentuan titik kesetimbangan, analisis kestabilan menggunakan matriks Jacobian dan kriteria Routh–Hurwitz, analisis sensitivitas parameter, simulasi numerik, serta penerapan kontrol optimal menggunakan Prinsip Maksimum Pontryagin untuk memperoleh strategi pengendalian penyaluran pembiayaan yang optimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model memiliki dua titik kesetimbangan, yaitu titik kesetimbangan bebas pengguna dan titik kesetimbangan koeksistensi, dengan kondisi kestabilan yang dipengaruhi oleh laju pertumbuhan capital, laju pertumbuhan pengguna, tingkat pembayaran, dan proporsi kredit macet. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa parameter proporsi gagal bayar (?) merupakan parameter yang paling sensitif terhadap dinamika sistem dibandingkan laju pertumbuhan pengguna PayLater. Simulasi numerik menunjukkan bahwa peningkatan proporsi kredit macet menurunkan jumlah pengguna aktif, capital perusahaan, dan profit perusahaan Penerapan kontrol optimal mampu menekan dampak Non-Performing Loan (NPL) melalui pengendalian penyaluran pembiayaan sehingga keseimbangan antara capital perusahaan dan jumlah pengguna PayLater dapat dipertahankan. Penelitian ini menghasilkan model matematika yang lebih realistis melalui integrasi pertumbuhan logistik, fungsi respon Holling Tipe II, dan kontrol optimal dalam analisis dinamika NPL pada layanan PayLater karena mempertimbangkan keterbatasan kapasitas penyaluran pembiayaan.