2026 FATHIMAH AZ ZAHRA ABSTRAK
Terbatas Dwi Ary Fuziastuti
» ITB
Terbatas Dwi Ary Fuziastuti
» ITB
Buy Now Pay Later (PayLater) merupakan skema pembayaran alternatif yang memungkinkan
konsumen memperoleh barang atau jasa terlebih dahulu dan melunasi
pembayarannya secara bertahap melalui skema angsuran, tanpa mensyaratkan kepemilikan
kartu kredit. Kemudahan akses ini mendorong pertumbuhan pesat adopsi layanan
PayLater di Indonesia, yang turut dipercepat oleh peran influencer dalam mengenalkan
dan mempromosikan layanan tersebut kepada konsumen digital. Pertumbuhan yang
masif ini memerlukan pemahaman kuantitatif terhadap dinamika perilaku konsumen dan
risiko sistemik yang menyertainya, sehingga penelitian mengenai pola adopsi PayLater
beserta strategi pengendaliannya menjadi penting untuk dilakukan.
Penelitian ini mengembangkan model matematika berbasis sistem dinamik kompartemen
untuk menganalisis pengaruh PayLater dan peran influencer dalam mempercepat adopsi
layanan, serta merumuskan strategi pengendalian optimal. Model dibangun secara
bertahap melalui dua tahap. Model pertama adalah model dasar (model MGS) yang
terdiri atas tiga kompartemen dan merepresentasikan interaksi antara konsumen dan
layanan PayLater, dengan variabel kontrol utama berupa proporsi pembayaran tunai.
Model kedua merupakan pengembangan dari model pertama, yaitu model MGSPX yang
terdiri atas lima kompartemen dan secara eksplisit mengintegrasikan pengaruh promosi
influencer, dengan variabel kontrol tambahan berupa proporsi anggaran iklan melalui
influencer.
Masing-masing model dianalisis melalui analisis titik kesetimbangan, kestabilan lokal,
dan nilai ambang batas yang dinamakan Paylater Reproduction Number (R0 untuk
model MGS dan R?
0 untuk model MGSPX), yaitu rata-rata jumlah pengguna baru yang berhasil didapatkan oleh satu individu pengguna PayLater selama masa penggunaan
aktifnya. Hasil analisis kestabilan dan sensitivitas menunjukkan bahwa sistem dapat
mencapai kondisi stabil dengan penyebaran apabila nilai Paylater Reproduction Number
berada di atas satu. Analisis sensitivitas lebih lanjut mengidentifikasi bahwa laju masuk
minat dan laju transmisi merupakan pendorong utama penyebaran, sehingga intervensi
pada fase konsumen berminat lebih efektif dibandingkan pada fase pengguna aktif atau
pasca-pelunasan.
Penyelesaian masalah kontrol optimal menggunakan Prinsip Minimum Pontryagin
mengungkap adanya kompromi antara ketepatan pengendalian dan efisiensi biaya pada
kedua model. Pada model MGS, kontrol proporsi pembayaran tunai terbukti menjadi
mekanisme dominan dalam menekan ketidakseimbangan populasi antara peminat dan
pengguna aktif PayLater. Pada model MGSPX, kontrol proporsi pembayaran tunai
tetap menjadi mekanisme utama, sementara kontribusi kontrol proporsi anggaran iklan
melalui influencer tergolong minimal terhadap penurunan ketidakseimbangan populasi.
Penelitian ini pada akhirnya memberikan landasan kuantitatif yang kuat bagi perumusan
kebijakan untuk menjaga keseimbangan antara calon konsumen dan pengguna aktif
PayLater, baik pada kondisi interaksi konsumen dengan layanan semata maupun pada
kondisi yang melibatkan pengaruh promosi influencer.
Perpustakaan Digital ITB