Sektor konstruksi merupakan salah satu penyumbang emisi karbon terbesar di dunia, terutama akibat tingginya penggunaan semen dalam campuran beton. Selain menghasilkan emisi karbon yang tinggi, semen juga merupakan komponen dengan kontribusi biaya terbesar pada beton sehingga berdampak terhadap meningkatnya biaya konstruksi. Salah satu upaya untuk menekan emisi karbon dan biaya material adalah dengan mensubstitusi sebagian semen menggunakan fly ash, yaitu limbah hasil pembakaran batu bara yang bersifat pozzolan. Penggunaan fly ash tidak hanya berpotensi mengurangi emisi karbon, tetapi juga menurunkan biaya material serta besaran pajak karbon yang timbul akibat emisi yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan emisi karbon dan biaya material antara beton konvensional dengan beton bersubstitusi fly ash, serta menghitung implikasinya terhadap besaran pajak karbon pada proyek gedung. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan Life Cycle Assessment (LCA) berbasis metode ReCiPe 2016 Midpoint (H) yang diolah menggunakan perangkat lunak SimaPro versi 10.30, dengan ruang lingkup cradle to site. Data primer diperoleh dari dokumen Detailed Engineering Design (DED) proyek, sedangkan data sekunder berupa persentase optimum fly ash dan tarif pajak karbon diperoleh dari studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan beton dengan substitusi 10% fly ash mampu menurunkan emisi karbon dari 2,31×107 kg CO2-eq menjadi 2,23×107 kg CO2-eq, atau reduksi sebesar 3,46%. Dari aspek biaya, substitusi fly ash menghasilkan penghematan biaya material sebesar 1,346% dibandingkan beton konvensional. Dengan tarif pajak karbon sebesar Rp30.000 per ton CO2-eq, penurunan emisi tersebut berimplikasi pada berkurangnya beban pajak karbon sebesar 3,46% atau setara dengan Rp24.000.000. Hasil ini menunjukkan bahwa penerapan substitusi fly ash sebesar 10% tidak meningkatkan biaya konstruksi, bahkan berpotensi memberikan efisiensi biaya sekaligus mengurangi potensi beban pajak karbon. Dengan demikian, substitusi fly ash pada beton dapat menjadi salah satu strategi konstruksi rendah karbon yang layak dipertimbangkan oleh pelaku maupun pemilik proyek, karena mampu menekan biaya material sekaligus mengantisipasi beban pajak karbon di masa mendatang.
Perpustakaan Digital ITB