digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Kawasan Taman Mangrove Pekalongan merupakan wilayah pesisir Pantai Utara Jawa yang terdampak abrasi, erosi, rob, dan penurunan muka tanah sehingga memerlukan perlindungan sementara untuk mendukung pertumbuhan mangrove sebagai pelindung pantai alami. Penelitian ini menganalisis penerapan tanggul geobag geotextile melalui penyusunan metode konstruksi, Work Breakdown Structure (WBS), estimasi volume, produktivitas, penjadwalan, biaya, stakeholder management, dan risk management. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur sepanjang ±1.700 m membutuhkan 8.557 unit geobag geotextile, matras kayu dan matras geotextile masing-masing 16.320 m², serta pekerjaan cut and fill/base raising sebesar 19.800 m³. Jadwal konstruksi utama disusun selama 559 hari kerja atau 668 hari kalender, dengan masa layanan struktur dua tahun dan pekerjaan demobilisasi sekitar 36 hari kalender. Total biaya proyek sebesar Rp6.500.919.890, terdiri atas fase mobilisasi Rp889.394.000 (13,68%), fase instalasi Rp5.572.802.846 (85,72%), dan fase demobilisasi Rp38.723.044 (0,60%), serta biaya mitigasi area cleaning geotextile sebesar Rp40.468.500. Analisis stakeholder mengidentifikasi 36 stakeholder yang memerlukan strategi pelibatan berbeda berdasarkan Impact of Change dan Level of Influence. Analisis risiko mengidentifikasi 35 risiko, dengan 24 risiko negatif berada di atas batas acceptable risk sebelum treatment; Degree of Centrality menunjukkan bahwa komunikasi dan koordinasi stakeholder menjadi risk driver utama, sedangkan jadwal menjadi titik akumulasi dampak. Berdasarkan hasil tersebut, tanggul geobag geotextile layak direncanakan sebagai struktur perlindungan transisi apabila didukung pengendalian teknis, biaya, jadwal, stakeholder, dan risiko secara terintegrasi.