Ketergantungan Indonesia terhadap bahan bakar fosil menjadi tantangan signifikan, sehingga
diperlukan pengembangan sumber energi terbarukan. Energi arus pasang surut menawarkan altematif
karena memiliki karakteristik yang dapat diprediksi dan densitas energi yang tinggi. Namun,
performa turbin arus pasang surut bergantung pada desain dan penempatan support structure, yang
memengaruhi medan aliran di sekitar rotor. Penelitian ini menyajikan analisis numerik berbasis
Computational Fluid Dynamics (CFD) terhadap turbin arus pasang surut vertical cross-flow dengan
tiga bilah untuk mengevaluasi pengaruh desain struktur penopang terhadap kinerja turbin. Dua
geometri struktur penopang (closed dan open), tiga jarak penempatan (r = O,lD, 0,50, dan lD),
serta dua kecepatan inlet (0,5 dan I rn!s) dievaluasi menggunakan koefisien daya (Cp) dan koefisien
gaya dorong (Cr). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jarak support structure turbin meropakan
faktor dominan yang memengaruhi performa turbin. Koefisien daya berkisar antara -42% hingga +12%
relatif terhadap kondisi dasar turbin tanpa struktur penopang, dengan kinerja terbaik pada r = lD
dan performa terendah pada r = O,lD. Perbedaan antara support structure open dan closed secara umum
relatif kecil, yang menunjukkan bahwa jarak bebas (clearance) yang memadai lebih penting
dibandingkan geometri support structrue dalam meningkatkan performaturbin.
Perpustakaan Digital ITB