Seiring berjalannya waktu, peningkatan kebutuhan energi minyak dan gas bumi di
Indonesia berbanding terbalik dengan jumlah anjungan lepas pantai yang masih aktif
beroperasi. Pemanfaatan dan peningkatan kapasitas produksi menjadi solusi, sehingga
diperlukan modifikasi anjungan lepas Pantai dengan penambahan peralatan gas
compressor. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, dibangun struktur extension deck
pada struktur eksisting. Penambahan struktur dek pada struktur eksisting ini akan
berpengaruh terhadap ketahanan dan kekuatan strukturnya. Untuk mengetahui
kelayakan struktur, dilakukan analisis inplace dan seismic untuk kondisi platform
eksisting dan setelah modifikasi, serta analisis fatigue setelah modifikasi berdasarkan
standar API RP 2A-WSD 21^st edition. Selanjutnya, analisis instalasi pengangkatan
extension deck juga dilakukan berdasarkan standar DNV-ST-N001. Berdasarkan hasil
analisis in-place, struktur eksisting memenuhi standar. Namun, pada platform
modifikasi terdapat satu joint yang mengalami overstress. Untuk mengatasi hal
tersebut, dilakukan penambahan ring stiffener. Pada analisis seismic dicek dalam
kondisi Strength Level Earthquake (SLE) dan Ductility Level Earthquake (DLE).
Sementara itu, hasil analisis fatigue menunjukkan terdapat 5 joint dengan umur layan
kurang dari 71 tahun dan memerlukan inspeksi lanjutan. Berdasarkan analisis lifting,
diperoleh spesifikasi lifting equipment yang telah memenuhi kriteria, dengan
pemilihan sling wire rope class 6x19 (diameter 16 mm dan MBL 18,7 metric ton) serta
shackle jenis High Alloy Type H9 dengan WLL 4,75 ton.
Perpustakaan Digital ITB