Pada perancangan struktur baja, sambungan balok-kolom umumnya dimodelkan sebagai sambungan sederhana atau sambungan momen kaku sepenuhnya (rigid). Namun aktualnya sering kali sambungan yang digunakan memiliki perilaku semi-rigid. Dengan tingginya tingkat resiko seismik di berbagai wilayah di Indonesia, pemahaman yang lebih menyeluruh mengenai respons struktur dengan sambungan semi-rigid menjadi penting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respons struktur rangka baja yang menggunakan sambungan balok-kolom semi-rigid, melalui perbandingan antara struktur dengan sambungan rigid dan struktur dengan kekakuan rotasi sambungan yang telah direduksi sebesar 50% dari kekakuan sambungan rigid. Model struktur yang akan dianalisis berupa struktur baja dengan sistem SRPMK, setinggi 15 lantai dengan tinggi tiap lantai 3,5 meter. Analisis dilakukan menggunakan Linear Dynamic Analysis untuk mendapatkan hasil respons dari kedua model. Kemudian apabila terdapat persyaratan batas izin dari struktur dengan sambungan semi-rigid yang tidak terpenuhi, akan dilakukan perkuatan dengan menambahkan elemen bresing sehingga struktur berubah menjadi Sistem Ganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai kekakuan rotasi sambungan yang lebih kecil dapat menurunkan nilai DCR pada elemen balok. Struktur dengan sambungan semi-rigid juga menghasilkan periode natural yang lebih panjang jika dibandingkan dengan sambungan rigid, terjadi peningkatan dari 2,71 detik menjadi 3,15 detik. Selain itu, simpangan antar tingkat maksimum juga meningkat pada kedua arah, besarnya peningkatan pada arah X 8,27% dan arah Y 18,56%. Setelah dilakukannya perkuatan menggunakan Sistem Ganda, terjadi penurunan simpangan antar tingkat yang signifikan, yaitu sebesar 42,67% pada arah X dan 55,16% pada arah Y. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan sambungan semi-rigid dapat meningkatkan fleksibilitas struktur sehingga memperbesar periode natural dan simpangan antar tingkat,
sedangkan penerapan Sistem Ganda dengan elemen bresing sebagai perkuatan struktur cukup efektif dalam mengurangi simpangan lateral dan juga meningkatkan kinerja struktur.
Perpustakaan Digital ITB