Transisi menuju energi bersih merupakan salah satu tantangan utama dalam
penyediaan energi di masa depan, khususnya di Indonesia yang memiliki sumber
daya energi terbarukan dan potensi besar dalam pengembangan hidrogen hijau. Fuel
cell merupakan salah satu teknologi yang dapat memanfaatkan hidrogen untuk
menghasilkan energi listrik. Namun, penelitian eksperimental mengenai solid oxide
fuel cell (SOFC) di Indonesia masih terbatas karena tingginya biaya fabrikasi,
pengujian, dan fasilitas pendukung. Oleh karena itu, pemodelan numerik dapat
menjadi pendekatan yang praktis dan ekonomis untuk mempelajari kinerja SOFC.
Penelitian ini menggunakan pendekatan Computational Fluid Dynamics (CFD)
dengan perangkat lunak ANSYS Fluent untuk memodelkan SOFC sel tunggal
dengan luas area aktif 3,61 cm². Model dikembangkan berdasarkan sel tunggal dari
solid oxide fuel cell stack yang dilaporkan oleh S. Lee dkk., dengan kondisi operasi
dan parameter sel yang disesuaikan dengan Laboratorium KPEE. Model terlebih
dahulu diverifikasi menggunakan data polarisasi eksperimental S. Lee dkk.,
kemudian diterapkan untuk mengevaluasi konfigurasi SOFC berbasis parameter
KPEE. Perilaku elektrokimia dimodelkan menggunakan modul SOFC dengan
formulasi Butler–Volmer termodifikasi pada kondisi batas potensiostatik. Hasil
verifikasi menunjukkan kesesuaian yang baik dengan data eksperimen, dengan
densitas daya maksimum 0,955 W/cm² pada 0,6 V dan 1073 K serta total daya 3,45
W. Sementara itu, simulasi KPEE menghasilkan densitas daya maksimum 0,61
W/cm² pada 0,41 V dan 1073 K serta total daya 2,20 W. Penurunan densitas daya
sebesar 36,1% terutama disebabkan oleh peningkatan polarisasi aktivasi akibat
penurunan densitas arus pertukaran anoda sekitar 66%. Meskipun demikian,
konfigurasi KPEE menunjukkan distribusi termal dan spesies yang lebih seragam,
dengan variasi temperatur menurun dari 30,59 menjadi 9,85 K, variasi fraksi mol
H? dari 0,23 menjadi 0,031, dan variasi fraksi mol H?O dari 0,237 menjadi 0,031.
Rentang fraksi mol O? juga menjadi lebih sempit, dari 0,14–0,19 menjadi 0,190–
0,204, sedangkan densitas arus maksimum menurun sekitar 55%.
Perpustakaan Digital ITB