Bandung Selatan merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Bandung yang sering
dilanda banjir, terutama di kawasan Andir. Banjir tersebut seringkali disebabkan
oleh tingginya intensitas hujan dengan durasi yang lama sehingga mengakibatkan
meluapnya Sungai Citarum dan anak sungainya. Oleh karena itu, pemerintah
membangun Kolam Retensi Andir beserta beberapa infrastruktur pendukung
lainnya dalam rangka menanggulangi banjir tersebut. Namun, setelah beroperasi,
masih terdapat warga sekitar lokasi Andir tersebut yang mengaku masih kebanjiran.
Oleh karena itu, tugas akhir penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi
sistem jaringan eksisting, mengevaluasi kinerja dari Kolam Retensi Andir dalam
pengendalian banjir, serta pemberian rekomendasi untuk peningkatan kinerja
Kolam Retensi Andir dalam pengendalian banjir tersebut. Pembahasan dari hasil
penelitian ini terdiri dari analisis hidrologi menggunakan ArcGIS untuk
mendelineasikan DAS area studi serta perhitungan manual untuk mencari distribusi
hujan jam-jaman Metode Mononobe. Selanjutnya, dilakukan analisis hidraulika
menggunakan EPA SWMM untuk mensimulasikan kondisi sebelum adanya Kolam
Retensi Andir, kondisi eksisting, serta skenario perubahan pada sistem sesuai
rekomendasi yang diberikan. Berdasarkan hasil simulasi, diketahui bahwa Kolam
Retensi Andir dapat mengurangi volume flooding pada sistem, dari total 4007,29
juta liter menjadi 3946,13 juta liter. Flooding masih terjadi pada sistem sungai,
sementara flooding pada saluran permukiman berkurang. Kondisi eksisting juga
menunjukkan bahwa volume maksimum kolam mencapai 89,95 ribu m3 atau
sekitar 56% kapasitasnya, dengan debit keluar maksimum 1,50 m³/s. Setelah itu,
dilakukan perbandingan terhadap kondisi sebelum dan setelah ada Kolam Retensi
Andir dan penilaian terhadap kinerja Kolam Retensi Andir tersebut. Selanjutnya,
diberikan beberapa rekomendasi perubahan aspek pada sistem berupa peningkatan
kapasitas jaringan drainase pada ruas-ruas yang mengalami permasalahan hidraulik,
terutama pada Sungai Citarum dan Sungai Cisangkuy, hingga flooding yang terjadi
pada seluruh titik node berhasil dihilangkan.
Perpustakaan Digital ITB