digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Dermatitis atopik merupakan penyakit kulit kronis yang membutuhkan terapi topikal jangka panjang, namun penggunaan steroid konvensional sering menimbulkan efek samping. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan formula krim berbasis Nanostructured Lipid Carrier (NLC) yang memuat ekstrak daun ketul (Bidens pilosa L.) (NLC-BP) untuk meningkatkan stabilitas dan efikasi senyawa. Ekstraksi daun ketul dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 70%. Pembuatan NLC-BP menerapkan metode homogenisasi kecepatan tinggi dan ultrasonikasi, yang kemudian dioptimasi menggunakan desain eksperimen Box-Behnken. Karakterisasi NLC meliputi penentuan ukuran partikel, indeks polidispersitas, potensial zeta, pH, morfologi partikel menggunakan Transmission Electron Microscopy, dan efisiensi enkapsulasi melalui pengukuran senyawa asam klorogenat secara Spektrofotometri UV-Vis. Selanjutnya, NLC-BP diinkorporasikan ke dalam basis krim untuk dievaluasi mutu fisiknya. Evaluasi aktivitas biologis dilakukan secara in vitro pada kultur sel HaCaT dan sel RAW 264.7 meliputi uji sitotoksisitas, uji penghambatan mediator inflamasi Nitrit Oksida (NO), dan uji penghambatan IL-6. Terakhir, stabilitas NLC-BP dievaluasi melalui uji dipercepat selama 28 hari, sedangkan stabilitas krim diuji dengan metode sentrifugasi dan freeze-thaw. Hasil menunjukkan formula NLC-BP optimum dengan komposisi ekstrak BP (3%), stearil alkohol : rice bran oil 6:4 (3%), dan Tegocare : Tween 80 2:1 (8%). Formula tersebut menghasilkan karakteristik sferis dengan ukuran partikel 225,97 ± 3,06 nm, indeks polidispersitas 0,335 ± 0,012, potensial zeta -10,2 ± 0,153 mV, dan efisiensi enkapsulasi yang tinggi mencapai 85,655 ± 0,734%. NLC-BP berhasil dibuat menjadi krim bertipe emulsi minyak dalam air yang homogen. Uji in vitro membuktikan NLC-BP bersifat non-toksik pada sel HaCaT dan RAW 264.7 hingga konsentrasi 7,8 ?g/ml serta secara signifikan mampu menurunkan produksi kadar NO pada sel RAW 264.7 yang diinduksi lipopolisakarida. Sementara itu, pada sel HaCaT yang diinduksi TNF-?, sediaan NLC-BP secara visual menunjukkan tren supresi kadar IL-6. Uji stabilitas mengonfirmasi bahwa sediaan krim dan NLC-BP stabil secara fisik tanpa agregasi ukuran partikel maupun pemisahan fase. Kesimpulannya, sistem NLC dalam sediaan krim ini stabil secara fisik dan efektif meredakan inflamasi secara in vitro, sehingga sangat potensial sebagai alternatif pengobatan dermatitis atopik.