digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Kategori sirup cordial telah lama beroperasi di Indonesia dan dikenal erat keterkaitannya dengan periode Ramadhan dan Idul Fitri. Akan tetapi, dengan investasi musiman yang tinggi dan kesadaran terhadap merek produk yang kuat, kategori ini berada pada kondisi dengan tingkat konsumsi yang stagnan. Hal ini menunjukkan bahwa strategi pemasaran yang berpusat pada promosi harga sudah tidak mampu lagi menghasilkan pertumbuhan yang berkelanjutan. Untuk mengatasi tantangan ini, penelitian ini diinisiasi untuk meninjau perilaku konsumen sirup cordial dan mendalami wawasan yang dapat menjadi peluang untuk membuka pertumbuhan bisnis melalui aktivasi atau inovasi yang berbasis konsumen. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam terhadap kelompok target segment konsumen sirup kordial. Data yang terkumpul kemudian dianalinis secara tematik dan disintesis lebih lanjut dengan mengintegrasikan hasilnya dengan literatur serta konteks bisnis. Dari hasil penelitian, teridentifikasi beberapa tema utama berupa faktor emosional, pribadi, sosial, budaya dan komponen pemasaran yang memengaruhi konsumsi sirup kordial. Faktor-faktor ini berinteraksi secara dinamis dan mempengaruhi keputusan pembelian konsumen. Temuan lainnya juga menunjukkan bahwa ekspektasi konsumen telah berkembang lebih cepat daripada strategi pemasaran yang banyak dilakukan industri saat ini. Munculnya gaya hidup sehat, kepraktisan, inspirasi kreatif dan relevansi untuk setiap suasana merupakan proposisi nilai yang berpotensi belum tergarap yang dapat dimanfaatkan untuk pendekatan pemasaran yang lebih progresif. Adapun catatan utama yang menjadi prinsip penting adalah bahwa setiap inovasi produk dan kemasan harus didukung dengan penciptaan nilai baru yang dapat membuat konsumen merasakan pemenuhan emosional dan sosial yang lebih baik. Dari persektif strategi pemasaran, penelitian ini menyimpulkan bahwa untuk mencapai pertumbuhan kategori sirup kordial yang berkelanjutan, diperlukan perluasan konsumsi, penguatan relevansi emosional dan budaya dari merek, serta reposisi merek sebagai solusi minuman keluarga sehari-hari.