Ekonomi kreatif menjadi harapan bagi Indonesia di tengah gejolak ekonomi global saat ini. Perkembangan industri
desain turut berkembang seiring dengan munculnya era bisnis dan kemajuan di sektor ekonomi kreatif. Nor Creative
Studio adalah perusahaan start-up desain grafis yang berbasis di Bandung. Nore Creative Studio melihat peluang
untuk mengembangkan bisnisnya di sektor desain grafis. Namun, pertumbuhan pendapatan penjualan tidak
memuaskan. Berdasarkan isu utama, penulis perlu menjawab tiga pertanyaan utama: Apa strategi pemasaran yang
harus diterapkan Creative Studio untuk meningkatkan penjualan? Apa strategi yang paling efisien untuk menarik
pelanggan baru bagi Nor Creative Studio?, Bagaimana Nor Creative Studio dapat bersaing dengan perusahaan desain
grafis lainnya dalam kondisi pasar yang semakin kompetitif ?.
Studi penelitian dimulai dengan menganalisa kondisi terkini dari Nor Creative Studio berdasarkan faktor eksternal
dan internal. Tujuan analisis internal perusahaan adalah memahami situasi perusahaan dengan lebih baik. Analisis
internal terdiri dari bauran pemasaran, segmentasi, targeting, dan positioning. Analisis bauran pemasaran dilakukan
untuk menentukan dan mengevaluasi komponen kunci dari Nor Creative Studio. Analisis Segmenting, Targeting
dan Positioning digunakan untuk mengeksplorasi target pasar dan mengukur keefektifannya. Analisis eksternal
dilakukan dengan menggunakan analisa PEST, Porter's Five Forces dan analisis pesaing. Hasil dari analisis internal
dan eksternal kemudian akan digunakan sebagai komponen dalam analisis SWOT. Berdasarkan analisis SWOT,
penulis kemudian melakukan analisis TOWS matrix untuk merumuskan strategi yang efektif untuk perusahaan.
Dirangkum dari Root Cause Analysis, komponen utama yang menyebabkan rendahnya penjualan dari Nor Creative
Studio adalah strategi penargetan dan penentuan posisi yang kurang efisien, persaingan yang tinggi dan kurangnya
usaha pemasaran. Setelah melakukan analisis yang lebih komprehensif mengenai masalah bisnis saat ini, didapatkan
tiga faktor utama yang menjadi masalah dalam strategi pemasaran Nor Creative Studio saat ini. Permasalahn ini
memerlukan perbaikan yang secepatnya. Ketiga faktor tersebut adalah strategi STP, pengembangan layanan, dan
aktivitas promosi.
Pertama, perusahaan perlu memperbaiki strategi pemasaran mereka dengan mendefinisikan ulang strategi STP dari
Nor Creative Studio menuju segmen yang lebih spesifik dan memberikan penawaran layanan yang lebih terorganisir
yang didasari oleh kebutuhan pelanggan. Nor Creative Studio direkomendasikan untuk memposisikan perusahaan
mereka sebagai perusahaan desain yang menyediakan layanan branding terpadu khusus untuk perusahaan kreatif
berskala kecil hingga besar guna membantu mereka untuh menghubungkan brand mereka dengan pelanggan. Setelah
perusahaan memiliki segment dan target pasar yang jelas, Nor Creative Studio perlu menata ulang inti layanan
mereka. Layanan yang disediakan oleh perusahaan mungkin sedikit mengalami perubahan dari strategi sebelumnya,
namun perbaikan utama adalah pada bagaimana Nor Creative Studio menyajikan layanan mereka sebagai satu
kesatuan layanan terpadu yang terkait dengan kebutuhan branding pelanggan. Layanan inti baru ini kemudian
dikembangkan menjadi tiga paket utama untuk dapat memenuhi kebutuhan konsumen. Kegiatan promosi terutama
akan difokuskan pada pengembangan situs perusahaan, pemanfaatan media sosial dan proyek kolaborasi dengan
perusahaan kreatif, pesaing, dan instansi pemerintah. Semua kegiatan promosi akan dilakukan dalam waktu dekat
dan diharapkan dapat meningkatkan brand awareness dan memperluas jaringan perusahaan. Tiga strategi yang
diusulkan diharapkan dapat mengarah kepada peningkatan penjualan.
Perpustakaan Digital ITB