digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

COVER Mas Agus Muhamad Kemal Fauzan
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

Penelitian ini mengkaji tantangan pemasaran yang dihadapi Warung Nasi & Sate Ambu Rini, sebuah restoran tradisional Sunda di Bandung dan mengembangkan strategi pemasaran komprehensif untuk mengatasi kesenjangan yang teridentifikasi. Meskipun memiliki kualitas produk yang kuat dan kepuasan pelanggan tinggi di kalangan pengunjung yang ada, warung ini kesulitan menerjemahkan kekuatan tersebut menjadi kesadaran pasar yang lebih luas dan akuisisi pelanggan baru. Penelitian ini menjawab tiga pertanyaan yang saling terkait: mengidentifikasi tantangan pemasaran utama, mengoptimalkan strategi Segmentasi-Targeting-Positioning (STP), dan merumuskan perbaikan Marketing Mix 7P. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus tunggal kualitatif dengan analisis tematik. Data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 16 responden dari empat kategori pemangku kepentingan (pemilik, karyawan, pelanggan saat ini, dan calon pelanggan) serta observasi non-partisipan selama enam jam. Data sekunder meliputi dokumentasi menu, analitik media sosial dari Instagram dan TikTok, data dashboard merchant GoFood, dan foto lingkungan fisik. Triangulasi data memastikan kredibilitas dan validitas temuan. Temuan utama mengungkapkan lima kesenjangan kritis yang membatasi jangkauan pasar: (1) kesenjangan kesadaran yang dibuktikan dengan nol pelanggan walk-in dan penurunan jangkauan media sosial (-64,1% selama 90 hari); (2) kesenjangan komunikasi positioning di mana branding profesional menciptakan ekspektasi harga lebih tinggi (Rp 35.000-45.000) dibandingkan harga aktual (mulai dari Rp 15.000); (3) kesenjangan channel delivery dengan GoFood menunjukkan nol transaksi dan banyak item signature berstatus nonaktif; (4) kesenjangan targeting dengan mahasiswa dan profesional muda yang kurang terlayani; dan (5) kesenjangan promosi dengan tingkat engagement Instagram hanya 0,32% dan tidak ada program referral terstruktur meskipun word-of-mouth yang kuat. Penelitian ini mengusulkan strategi positioning "Premium Feel, Everyday Price" dengan price anchoring eksplisit di semua touchpoint. Intervensi yang direkomendasikan memprioritaskan: (1) optimalisasi menu GoFood dengan mengaktifkan semua item signature; (2) kehadiran media sosial yang konsisten dengan konten yang mencantumkan harga (minimum 3 posting/minggu); (3) program referral terstruktur untuk memperkuat word-of-mouth; dan (4) pembaruan signage eksterior yang mengkomunikasikan keterjangkauan harga. Framework pengukuran berbasis SMART dengan pelacakan scorecard bulanan memastikan akuntabilitas implementasi. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman bagaimana UMKM kuliner tradisional dapat menjembatani kesenjangan antara keunggulan produk dan kehadiran pasar melalui strategi pemasaran sistematis. Keterbatasan meliputi desain kasus tunggal dan cakupan formulasi strategi tanpa evaluasi pasca-implementasi. Penelitian selanjutnya dapat melakukan penilaian longitudinal terhadap efektivitas rekomendasi.