Mekar Bersorai Florist merupakan sebuah bisnis bunga rintisan (start-up) di Indonesia yang menghadapi penurunan penjualan sekitar 30 persen serta perubahan yang signifikan dalam pola pembelian pelanggan pada periode awal operasionalnya. Penurunan kinerja ini terjadi di tengah perubahan preferensi konsumen dan meningkatnya tingkat persaingan dalam industri florist, sehingga menimbulkan tantangan serius terhadap keberlanjutan operasional perusahaan. Meskipun kondisi tersebut dipengaruhi oleh tekanan eksternal pasar, keterbatasan internal memperparah tingkat permasalahan yang dihadapi, mengingat perusahaan dijalankan dengan sistem yang sangat bergantung pada pemilik (founder-dependent), memiliki kapasitas organisasi yang terbatas, serta minimnya fokus pada pemasaran strategis pada fase awal pengembangan bisnis. Ketiadaan kapabilitas pemasaran yang terstruktur, pengelolaan merek yang belum terorganisasi secara formal, serta keterbatasan dalam pemanfaatan pengambilan keputusan berbasis data membatasi kemampuan perusahaan untuk beradaptasi secara efektif terhadap dinamika pasar yang terus berkembang. Seiring dengan semakin besarnya pengaruh saluran digital dalam membentuk keputusan pembelian konsumen dan posisi kompetitif perusahaan, Mekar Bersorai menghadapi kebutuhan yang mendesak untuk mengembangkan rencana pemasaran yang sistematis dan sesuai dengan konteks bisnis guna mengatasi penurunan kinerja serta memperkuat daya saing pemasaran perusahaan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan rencana pemasaran strategis bagi Mekar Bersorai melalui analisis internal dan eksternal yang komprehensif. Penelitian ini berupaya menjawab dua pertanyaan utama, yaitu: (1) bagaimana kondisi internal dan eksternal yang memengaruhi kinerja Mekar Bersorai, dan (2) strategi pemasaran apa yang dapat secara efektif merespons tantangan tersebut guna meningkatkan posisi kompetitif perusahaan. Studi ini didasarkan pada proposisi bahwa pemeriksaan menyeluruh terhadap sumber daya internal perusahaan dan kekuatan pasar eksternal akan menghasilkan wawasan praktis untuk menanggulangi penurunan kinerja. Dengan menyelaraskan kelebihan internal dengan peluang eksternal, diasumsikan bahwa strategi pemasaran yang dirumuskan dapat mendukung pemulihan dan pertumbuhan bisnis Mekar Bersorai.
Penelitian ini menggunakan desain kualitatif untuk mencapai tujuan tersebut. Studi ini dimulai dengan tinjauan literatur atas konsep-konsep manajemen strategis dan pemasaran yang relevan, sehingga memberikan landasan berupa kerangka kerja dan melakukan analisis PESTLE. Data primer dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan pemangku kepentingan kunci, termasuk pemilik bisnis, pelanggan, pesaing, dan pakar industri.
Data wawancara kualitatif dianalisis menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi tema-tema yang berulang. Untuk analisis eksternal, Analisis PESTLE digunakan untuk menilai lingkungan makro, sedangkan kerangka Porter’s Five Forces dan analisis pesaing digunakan untuk mengevaluasi tingkat persaingan industri serta posisi relatif Mekar Bersorai. Secara paralel, analisis internal dilakukan menggunakan kerangka VRIO (Value, Rarity, Imitability, Organization) untuk menilai sumber daya dan kapabilitas Mekar Bersorai.
Berdasarkan analisis tersebut, telah dirumuskan strategi pemasaran konkret bagi Mekar Bersorai. Kekuatan internal yang teridentifikasi (seperti kreativitas produk perusahaan yang unik dan layanan personal berkualitas tinggi) dipadukan dengan peluang eksternal, sementara strategi juga disusun untuk mengatasi kelemahan organisasi dan menanggulangi ancaman eksternal. Melalui analisis TOWS, tiga pilar strategis muncul sebagai inti strategi pemasaran yang diusulkan: (1) mengonsolidasikan dan memperkuat identitas merek Mekar Bersorai, (2) memperdalam kedekatan serta hubungan dengan pelanggan, dan (3) mengintegrasikan teknologi untuk meningkatkan aksesibilitas. Pilar-pilar strategis ini kemudian diterjemahkan ke dalam inisiatif yang dapat diimplementasikan dengan menggunakan kerangka bauran pemasaran 7P, sehingga setiap tindakan yang diusulkan pada aspek produk, harga, tempat, promosi, orang, proses, dan bukti fisik selaras dengan strategi keseluruhan. Terakhir, sebuah peta jalan implementasi disusun dengan merinci lini masa, sumber daya, dan tanggung jawab yang diperlukan untuk melaksanakan rencana pemasaran tersebut secara efektif.
Sebagai kesimpulan, penelitian ini memberikan solusi pemasaran strategis atas tantangan bisnis mendesak yang dihadapi Mekar Bersorai, serta berkontribusi secara lebih luas pada bidang pemasaran strategis bagi usaha kreatif mikro dan kecil. Penelitian ini menunjukkan bagaimana analisis terpadu atas kapabilitas internal dan kekuatan eksternal dapat memandu pengembangan strategi pemasaran yang tepat sasaran dalam konteks usaha mikro. Temuan-temuan ini tidak hanya membantu Mekar Bersorai beradaptasi dengan industri bunga yang dinamis, tetapi juga memperkaya pemahaman akademis mengenai perumusan strategi pemasaran untuk usaha kecil serupa yang menghadapi tekanan persaingan dan perubahan perilaku konsumen.
Perpustakaan Digital ITB