digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK_Maria Devina Kusumaputri Subagyo
Terbatas  Perpustakaan Prodi Arsitektur
» Gedung UPT Perpustakaan

Jumlah orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Indonesia semakin meningkat. Meningkatnya kasus ini bisa disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya hubungan seksual dengan penderita, penggunaan jarum suntik tercemar, transfusi darah, dan penularan ibu ke bayi saat kehamilan, melahirkan, dan menyusui. Padahal, WHO sendiri menargetkan pada tahun 2030 untuk menuntaskan kasus HIV/AIDS. Kenaikan kasus juga disebabkan oleh minimnya edukasi dan pemahaman di masyarakat mengenai HIV/AIDS, mekanisme penularan, kelompok orang berisiko tertular, dan cara pencegahan penularan. Kurangnya edukasi berakibat pada stigma buruk yang dialami oleh ODHA. Stigma buruk yang dialami ODHA ini membuat ODHA rentan terkena masalah mental. Selain masalah mental, kualitas hidup dari ODHA sendiri semakin lama akan semakin memburuk. Hal ini juga menjadi penyebab mereka enggan melakukan pengobatan. Oleh karena itu, selain pengobatan secara medis, penanganan mental juga perlu dilakukan kepada penyandang HIV/AIDS. Kota Bandung menempati salah satu kota dengan penyumbang kasus terbanyak. Karena itu, proyek ini mengambil tempat di Bandung, Jawa Barat, dengan fungsi bangunan sebagai pusat rehabilitasi ODHA yang komprehensif. Selain rehabilitasi medis, juga dilakukan rehabilitasi psikologis. Proyek juga akan menjadi pusat edukasi yang akan melibatkan masyarakat sekitar untuk menerima ODHA dan meningkatkan reintegrasi sosial mereka. Pendekatan yang dilakukan yaitu dengan arsitektur penyembuhan untuk memulihkan fisik dan psikis penderita, serta desain yang inklusif, yang akan melibatkan komunitas dan masyarakat sekitar.