digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

SHARETA ALYA REGHINA ABSTRAK
PUBLIC Dwi Ary Fuziastuti

Indonesia menjadi negara dengan konsumsi beras terbesar keempat di dunia. Sayangnya, masalah kenaikan harga beras masih sering terjadi di negara ini. Salah satu penyebabnya adalah rantai distribusi yang kurang efisien. Pada Tugas Akhir ini, akan dikonstruksi model matematika dinamika pendistribusian beras di Indonesia. Setelah itu, dilakukan analisis model dan pengaruh parameter-parameter pendistribusian beras. Strategi kontrol dilakukan untuk mengoptimalkan pendistribusian beras tersebut. Pada penelitian ini digunakan pendekatan kuantitatif dengan pembuatan model matematika, analisis model, simulasi numerik, dan strategi kontrol pendistribusian beras. Data yang digunakan adalah data beras BULOG yang diperoleh dari laporan tahunan BULOG 2017-2021 serta website Badan Pusat Statistik (BPS). Dalam Tugas Akhir ini, digunakan empat parameter laju penyaluran beras, yaitu ????????,????????,????????,????????. Laju penyaluran beras PSO dan komersial dari pabrik ke distributor berturut-turut dinyatakan dalam ???????? dan ????????. Laju penyaluran beras PSO dan komersial dari distributor ke pasar berturut-turut dinyatakan dalam ???????? dan ????????. Hasil Tugas Akhir ini menunjukkan semakin rendah nilai parameter laju penyaluran beras (????????,????????,????????,????????), maka semakin tinggi jumlah beras yang ada di pabrik dan distributor, begitu pun sebaliknya. Berbeda dengan yang terjadi di pabrik dan distributor, semakin rendah nilai parameter laju penyaluran beras (????????,????????,????????,????????), maka jumlah beras yang ada di pasar justru semakin rendah. Strategi kontrol terbaik yang dapat digunakan untuk mengoptimalkan jumlah beras di pabrik, distributor, dan pasar adalah strategi kontrol 1, yaitu nilai bobot distributor dibuat paling kecil. Untuk memaksimumkan jumlah beras di distributor dengan fungsi biaya yang tidak terlalu besar, strategi kontrol terbaik adalah strategi kontrol 1, yaitu nilai bobot distributor dibuat paling kecil. Jika dilihat dari biaya operasional distribusi yang dikeluarkan, strategi kontrol dengan biaya paling kecil adalah strategi kontrol 2. Namun, strategi kontrol 2 tidak efektif untuk dilakukan sebab perilaku ???? pada strategi ini sedikit berbeda dan hasil simulasi untuk ????,????,???? juga tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan antara banyak beras sebelum dan setelah dikontrol.