ABSTRAK_Alicia Elena Jasmine
Terbatas Perpustakaan Prodi Arsitektur
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Perpustakaan Prodi Arsitektur
» Gedung UPT Perpustakaan
Kematian adalah akhir dari siklus kehidupan yang menakutkan bagi banyak orang. Kehilangan orang terdekat dapat menyebabkan kedukaan yang rumit (complicated grief) yang berdampak negatif pada kesejahteraan individu dan sekitarnya. Rumah duka umumnya dianggap suram dan menakutkan, namun proyek ini menawarkan desain rumah duka yang menciptakan sense of place, lingkungan yang suportif dan inklusif untuk mendukung pemulihan kedukaan, terutama bagi keluarga dan kerabat yang ditinggalkan.
Arsitektur pemulihan kedukaan menggunakan konsep Zen untuk menciptakan lingkungan yang tenang dan tentram, mendukung relaksasi dan pemulihan emosional. Desain yang berorientasi pada perilaku pengguna membantu menghasilkan ruang yang responsif, memberikan penghiburan dan penghormatan. Inklusivitas diterapkan untuk memenuhi berbagai preferensi agama dan budaya masyarakat Indonesia. Program ruang dirancang untuk mengakomodasi berbagai praktik keagamaan, memastikan penghormatan sesuai keyakinan setiap individu.
Analisis proyek mengidentifikasi empat persoalan utama, yaitu peran arsitektur dalam mengurangi aspek bisnis kematian, penerapan konsep Zen untuk pemulihan kedukaan, akomodasi multireligi, dan respons terhadap tapak. Tiga landasan perancangan meliputi konsep sense of place, arsitektur Zen, dan spatial tranquility. Arsitektur naratif digunakan untuk menghubungkan pengguna dengan ruang melalui desain naratif. Integrasi sense of place dengan arsitektur Zen mendukung pemulihan kedukaan, sementara teori spatial tranquility membantu mengelola stresor emosional. Selain itu, konsep sekuens menggambarkan suasana dan karakteristik ruang, menciptakan rumah duka yang inklusif bagi semua agama.
Perpustakaan Digital ITB