digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Ruang Terbuka Hijau merupakan elemen yang sangat penting dalam menjaga unsur keseimbangan kota. Namun belakangan ini keberadaan RTH semakin menurun baik dari segi kualitas maupun kuantitas. RTH jalur hijau yang merupakan salah satu elemen RTH juga mengalami penurunan padahal jalur hijau ini cukup berpotensi dalam memberikan kontribusi dalam peningkatan RTH di perkotaan. Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui kesesuaian jalur hijau dalam keberadaannya dan permasalahan-permasalahan apa yang mempengaruhinya. Ruang lingkup wilayah yang menjadi studi kasus adalah WP Bojonegara yang merupakan wilayah dengan jalur hijau terluas di Kota Bandung. Studi ini mengobservasi empat jenis jalur hijau yaitu jalur hijau jalan, sungai, Rel KA, dan SUTT dengan tiga aspek penilaian kesesuaian yaitu teknis, ekologis, dan estetis. Metode penelitian yang digunakan merupakan metode deskriptif, content analysis, dan perbandingan. Setelah dirumuskan kriteria jalur hijau dari peraturan perundangan dan kajian literatur, selanjutnya dilakukan perbandingan antara kondisi di lapangan dan diidentifikasikan persoalan-persoalan yang memepengaruhi. Dari hasil studi, maka dapat disimpulkan bahwa dari segi keberadaan jalur hijau jalan dan jalur hijau non jalan terdapat ketimpangan. Jalur hijau jalan keberadaanya cukup baik sedangkan jalur hijau non jalan pada umumnya masih buruk. Dari segi kesesuaian maka jalur hijau jalan cukup memenuhi kriteria terutama dari asek teknis, sedangkan jalur hijau non jalan masih kurang memenuhi kriteria terutama dari segi teknis dan lindung/ekologis. Permasalahan yang paling mendasar yang teridentifikasi adalah permasalahan lahan atau sempadan dan pemanfaatan lahan yang dilakukan oleh masyarakat.