Cover_Flori Vladisca Patricia Viensi
Terbatas yana mulyana
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas yana mulyana
» Gedung UPT Perpustakaan
Bab 1_Flori Vladisca Patricia Viensi
Terbatas yana mulyana
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas yana mulyana
» Gedung UPT Perpustakaan
Bab 2_Flori Vladisca Patricia Viensi
Terbatas yana mulyana
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas yana mulyana
» Gedung UPT Perpustakaan
Bab 3_Flori Vladisca Patricia Viensi
Terbatas yana mulyana
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas yana mulyana
» Gedung UPT Perpustakaan
Bab 4_Flori Vladisca Patricia Viensi
Terbatas yana mulyana
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas yana mulyana
» Gedung UPT Perpustakaan
Bab 5_Flori Vladisca Patricia Viensi
Terbatas yana mulyana
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas yana mulyana
» Gedung UPT Perpustakaan
Bab 6_Flori Vladisca Patricia Viensi
Terbatas yana mulyana
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas yana mulyana
» Gedung UPT Perpustakaan
Bab 7_Flori Vladisca Patricia Viensi
Terbatas yana mulyana
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas yana mulyana
» Gedung UPT Perpustakaan
Pustaka_Flori Vladisca Patricia Viensi
Terbatas yana mulyana
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas yana mulyana
» Gedung UPT Perpustakaan
Diabetes melitus (DM) didefinisikan sebagai suatu penyakit atau gangguan metabolisme kronis yang
ditandai dengan tingginya kadar glukosa dalam darah. Diabetes melitus dapat menyebabkan
komplikasi, seperti neuropati diabetik yang merupakan gangguan saraf akibat penyakit diabetes dan
ditandai dengan kesemutan, nyeri, atau mati rasa. Komplikasi lainnya, yaitu retinopati dan penyakit
kardiovaskular. Enzim ?-glukosidase berperan dalam pemecahan karbohidrat menjadi glukosa pada
saluran pencernaan sehingga dapat menyebabkan peningkatan kadar glukosa dalam darah. Salah satu
tanaman yang diduga berpotensi sebagai inhibitor enzim ?-glukosidase adalah herba meniran hijau
(Phyllanthus niruri L.). Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas inhibisi enzim ?-glukosidase
dari ekstrak dan fraksi herba meniran hijau melalui penentuan nilai IC50 menggunakan Microplate
Reader. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Fraksinasi
dilakukan dengan metode ekstraksi cair-cair menggunakan etil asetat dan n-heksana. Aktivitas inhibisi
enzim ?-glukosidase ekstrak etanol herba meniran hijau dari empat daerah berbeda dengan
konsentrasi 2 µg/mL memiliki nilai % inhibisi pada rentang 34,08-57,23% dan konsentrasi 4 µg/mL
pada rentang 50,24-67,09%. Sampel dari Bandar Lampung memiliki nilai % inhibisi tertinggi. Nilai IC50
ekstrak etanol, fraksi etil asetat, dan fraksi n-heksana dari sampel Kota Bandar Lampung, yaitu antara
0,86 ± 2,59 sampai dengan 3,24 ± 4,78 µg/mL. Rutin menjadi senyawa marker pada herba meniran
hijau dengan kadar dalam ekstrak etanol Phyllanthus niruri L. dan fraksi etil asetat dari Kota Bandar
Lampung masing-masing sebesar 0,0048% dan 0,075%. Ekstrak dan fraksi herba meniran hijau
memiliki aktivitas inhibisi enzim ?-glukosidase yang kuat dan lebih besar dibandingkan dengan kontrol
positif akarbosa.
Perpustakaan Digital ITB