Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki 17.504 pulau yang terhubung oleh lautan. Sebuah negara disebut negara kepulauan apabila perbandingan luas lautan dan luas daratannya adalah 1:1 hingga 9:1, dua pertiga wilayah Indonesia terdiri dari laut yang memiliki potensi sumber daya alam yang belum dimanfaatkan secara optimal karena orientasi pemerintah yang masih mengutamakan pembangunan di darat. Mengingat potensi sumber daya yang belum dimanfaatkan secara optimal, maka penentuan batas laut negara dan daerah menjadi sangat penting. Namun kedua batas laut tersebut menggunakan acuan yang berbeda; batas laut negara mengacu pada garis air rendah, sedangkan batas laut provinsi mengacu pada garis air tinggi, sehingga batas luar kedua batas laut berbeda. Wilayah pesisir adalah wilayah yang topografi daratannya berbatasan dengan laut, yang dipengaruhi fenomena alam baik dari darat maupun laut, memerlukan penelitian untuk melihat besar perubahan wilayah pesisir dan implikasinya terhadap batas laut negara dan daerah. Penelitian ini akan melihat perubahan garis pantai di Pesisir dan Muara Sungai Peusangan, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh dari citra satelit SENTINEL-2 secara multitemporal dan multispektral dengan metode NDWI (Normalized-Difference Water Index) untuk memisahkan laut dan daratan. Lalu dilakukan koreksi garis pantai sesaat dengan data pasang surut air laut dan data Batimetri Nasional. Setelah itu dilakukan buffering sejauh 12 mil laut untuk melihat perubahan batas laut. Hasil dari penelitian ini wilayah di sekitar Pesisir dan Muara Sungai Peusangan mengalami akresi sebanyak 25 meter dari tahun 2000-2021 dan 23 meter dari tahun 2006-2021. Hasil perubahan garis pantai tersebut memperlihatkan bahwa Titik Dasar Nomor 180 tidak menjadi titik terluar pada pulau terluar.
Perpustakaan Digital ITB