digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak - RIHHADATUL ’AISY
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

Herbig Ae/Be merupakan fase pra-deret utama bintang bermassa menengah dengan rentang massa 2?10M? dan memiliki kaitan erat dengan nebulositas. Pada penelitian ini, dimodelkan pengaruh metalisitas dan variasi laju akresi massa terhadap evolusi bintang Herbig Ae/Be dengan massa awal 3M?, 5M?, dan 7M? menggunakan MESA versi 23.05.1. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa bintang bermetalisitas rendah memiliki laju akresi massa, luminositas, dan temperatur yang lebih tinggi, radius lebih kecil, serta mencapai fase Zero- Age Main Sequence (ZAMS) lebih cepat akibat pendinginan awan yang kurang efisien. Kajian terhadap variasi laju akresi massa dilakukan melalui tiga skenario: (1) massa awal sama dengan laju akresi berbeda, (2) massa berbeda dengan laju akresi sama, dan (3) massa serta laju akresi disesuaikan dengan parameter bintang referensi. Pada skenario pertama, laju akresi massa yang lebih besar menghasilkan massa akhir lebih besar dan waktu menuju ZAMS lebih singkat. Pada skenario kedua, bintang bermassa lebih rendah menunjukkan fluktuasi radius yang diduga terkait proses kontraksi. Pada skenario ketiga, model berdasarkan LkHA 324, V361 Cep, dan V374 Cep menunjukkan jejak evolusi yang konsisten dengan massa masing-masing, meskipun V361 Cep memperlihatkan ketidakpastian yang mengindikasikan kemungkinan kehilangan massa sebelum ZAMS, sementara V374 Cep hanya memiliki kesesuaian dengan jejak evolusi model ketika galat observasi dipertimbangkan. Secara keseluruhan, hasil penelitian menegaskan peran signifikan metalisitas dan laju akresi massa dalam menentukan jalur evolusi bintang Herbig Ae/Be menuju ZAMS.