digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

2022 TA PP AZELEA ARDRA 1.pdf7?
Terbatas Noor Pujiati.,S.Sos
» ITB

Pada era serba digital ini, kemudahan akses informasi pada media sosial memungkinkan seseorang untuk mengetahui segala bentuk aktivitas atau kondisi orang lain dalam jarak jauh. Hal ini pun kerap menimbulkan emosi negatif pada banyak orang, terutama Generasi Z yang saat ini menjadi pengguna paling aktif pada media sosial. Emosi tersebut antara lain perasaan insecure, dengki, gelisah, cemas, membanding-bandingkan hidup, bahkan depresi. Sebenarnya, emosiemosi negatif tersebut dapat dihilangkan dengan penanaman rasa syukur dalam diri setiap individu. Dalam falsafah Jawa, terdapat istilah “urip iku mung Sawang Sinawang, mula ojo mung nyawang sing kesawang” yang artinya “hidup hanya persoalan memandang dan dipandang, oleh karena itu jangan hanya melihat yang terlihat saja”. Falsafah ini mengajarkan manusia untuk selalu bersyukur, memandang segala kelebihan maupun kekurangan dengan pikiran positif, dan jangan hanya memandang ke atas. Perancangan ini ditujukan untuk Generasi Z agar dapat mengenal dan memahami falsafah Sawang Sinawang ini sebagai bahan refleksi diri untuk menjauhkan diri dari emosi negatif akibat media sosial. Film pendek adalah salah satu media yang paling efektif dalam mengkomunikasikan suatu pesan. Selain itu, banyak Generasi Z yang menggunakan film pendek sebagai media untuk mengatasi emosi negatif akibat media sosial. Oleh karena itu, pengenalan Sawang Sinawang akan dikemas melalui film pendek berdurasi 5-10 menit. Strategi komunikasi akan dilakukan dengan pendekatan melalui adegan sehari-hari (slice of life), perbandingan asosiatif, narasi yang ringan, serta unsur pesan yang implisit dan tidak berkesan menggurui. Film akan dipublikasikan melalui platform Youtube dan Instagram.