digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Platform media sosial telah mengubah perilaku konsumen dengan menciptakan lingkungan di mana paparan perbandingan sosial memicu Fear of Missing Out (FoMO) yang mendorong keputusan pembelian berbeda tergantung jenis produk. Menggunakan desain kuantitatif dengan 247 pengguna media sosial dan dianalisis menggunakan PLS-SEM, penelitian ini menguji bagaimana paparan perbandingan sosial memengaruhi niat beli melalui tiga dimensi FoMO, Social, Transactional, dan Informational FoMO, sambil menguji apakah jenis produk (hedonis vs. utilitarian) memoderasi hubungan tersebut. Hasil menunjukkan paparan perbandingan sosial memengaruhi niat beli baik langsung (? = 0,361-0,385, p < 0,001) maupun tidak langsung melalui FoMO. Hanya Social FoMO dan Transactional FoMO yang memprediksi niat beli, sementara Informational FoMO tidak signifikan. Social FoMO muncul sebagai mediator terkuat (? = 0,207-0,202, p < 0,005) dengan mediasi penuh di kedua konteks, sementara Transactional FoMO memediasi hanya pada konteks hedonis. Model menunjukkan daya penjelas kuat dengan R2 = 0,770 untuk hedonis dan R2 = 0,748 untuk utilitarian. Jenis produk hanya memoderasi hubungan Transactional FoMO-niat beli pada produk hedonis (? = 0,178, p = 0,011). Temuan menunjukkan konsumen membeli terutama untuk mempertahankan keterhubungan sosial daripada alasan informasional, mengungkapkan peluang strategis bagi merek untuk menekankan keterlibatan komunitas dalam pemasaran media sosial, sementara penelitian masa depan sebaiknya mengeksplorasi mekanisme psikologis tambahan.