digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Alvin Halim
Terbatas Perpustakaan Prodi Arsitektur
» ITB

Lahan di Kota Medan yang sudah langka menuntut masyarakat pindah ke pinggiran kota atau melakukan pembangunan vertikal. Pembangunan ke pinggiran kota yang banyak terjadi di sepanjang jalan menuju Bandar Udara Kualanamu masih belum dapat memenuhi permintaan tempat tinggal sehingga apartemen mulai bermunculan di pusat Kota Medan dengan menggagas konsep mixed-use yang menggabungkan fungsi komersial sebagai penunjang gaya hidupnya. Di Kecamatan Medan Petisah sendiri, penduduk sekitar merupakan penduduk yang telah membentuk komunitas Suku Tionghoa dan Agama Buddha. Kelompok umur yang paling banyak di daerah ini adalah umur 20-29 yang merupakan umur menikah dan membeli tempat tinggal baru. Dalam memilih tempat tinggal, komunitas ini cenderung memilih tempat tinggal yang dekat agar mudah berpindah ke tempat kerja dan tinggal dekat bersama sanak keluarga. Sasaran dari hunian apartemen yang dirancang ini adalah pasangan muda berupa generasi milenial dan yang mungkin tinggal bersama orang tua. Kedua kelompok umur yang berbeda ini mempunyai aktivitas dan gaya hidup masing-masing sehingga perancangan kompleks ini perlu memperhatikan agar aktivitas kedua kelompok tersebut tidak mengganggu satu sama lain. Meskipun dipisahkan, kompleks ini juga perlu menyediakan ruang komunal lintas generasi agar tetap menjaga hubungan kekeluargaan berupa ruang terbuka hijau sebagai sarana olahraga. Nilai sosial dan budaya calon penghuni yang khas dari komunitas setempat juga memengaruhi perancangan bangunan ini. Salah satu kepercayaan yang masih sangat kental dalam komunitas ini tentang pemilihan tempat tinggal adalah fengshui. Selain apartemen, proyek ini juga memasukkan fungsi komersial sebagai penunjang gaya hidup penghuni apartemen. Fungsi komersial pada proyek ini sebisa mungkin dibuat permeabel dengan bangunan-bangunan di sekeliling tapak agar dapat menghidupkan kembali perekeonomian yang redup karena tidak berfungsinya lagi bangunan sebelumnya pada tapak perancangan ini. Pada perancangan proyek ini, permeabilitas dicapai dengan membuat plaza yang tergabung secara langsung dengan jalur pedestrian di sekeliling tapaknya