BAB 1 Jonathan Perwira Manurung
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Jonathan Perwira Manurung
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Jonathan Perwira Manurung
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Jonathan Perwira Manurung
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Jonathan Perwira Manurung
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA Jonathan Perwira Manurung
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Usaha pertambangan membutuhkan modal yang sangat besar untuk menjalankan
kegiatan dan pengembangannya. Dengan masuknya perusahaan ke pasar modal,
diharapkan dapat menyerap lebih banyak investasi dan memperkuat keuangan
perusahaan. Adanya perbedaan nilai saham di pasar sekunder dan nilai wajarnya dapat
membuat keputusan investor untuk mendapatkan keuntungan dari pembelian saham
menjadi salah. Oleh karena itu dilakukan penelitian untuk menghitung harga wajar
saham yang diwakili oleh nilai intrinsiknya menggunakan analisis discounted cash
flow. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan rekomendasi kepada investor
sebelum membeli, menjual, atau mempertahankan aset melalui saham PT Adaro
Energy Tbk. (ADRO). Beberapa parameter keuangan seperti biaya ekuitas, biaya utang,
proyeksi discounted cash flow, dan nilai terminal menjadi dasar untuk memperkirakan
nilai intrinsik saham ADRO. Setelah dilakukan perhitungan didapatkan bahwa nilai
intrinsik saham ADRO adalah Rp 1.510 untuk setiap lembarnya. Dari perhitungan
tersebut didapat bahwa nilai intrinsik ADRO lebih murah dibandingkan dengan harga
saham di pasar sekunder yaitu sebesar Rp 1.345 untuk setiap lembar saham sehingga
berpotensi untuk naik sebesar 12.24% ke nilai intrinsiknya. Untuk mendukung valuasi
tersebut, dilakukan juga analisis relative valution menggunakan analisis PER dan PBV.
Diperoleh bahwa nilai PER dan PBV saham dari ADRO relatif lebih murah jika
dibandingkan dengan rata-rata perusahaan yang memiliki karakteristik sama. Oleh
sebab itu, direkomendasikan agar investor mempertahankan saham ADRO yang
dimilikinya dan calon investor dapat membeli saham ADRO.
Perpustakaan Digital ITB