digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800


COVER Maylinda Nur Setyaningrum
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 1 Maylinda Nur Setyaningrum
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 Maylinda Nur Setyaningrum
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 Maylinda Nur Setyaningrum
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 Maylinda Nur Setyaningrum
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 Maylinda Nur Setyaningrum
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

PUSTAKA Maylinda Nur Setyaningrum
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

Hutan mangrove merupakan ekosistem penting di wilayah pesisir dengan berbagai macam fungsi dan potensi yang dapat memberikan banyak manfaat bagi manusia dalam bentuk jasa ekosistem. Valuasi ekonomi terhadap manfaat dari jasa ekosistem perlu dilakukan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan tekait berbagai potensi pemanfaatan tersebut agar menjadi lebih optimal dan berkelanjutan. Cagar Alam Leuweung Sancang di Kabupaten Garut merupakan salah satu daerah konservasi penting di Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menghitung nilai ekonomi total dari jasa ekosistem hutan mangrove di Cagar Alam Leuweung Sancang. Analisis valuasi ekonomi ekosistem hutan mangrove dilakukan dengan pendekatan Total Economic Value (TEV) yang terdiri atas nilai guna (use value) dan nilai non-guna (non-use value). Metode valuasi menggunakan metode harga pasar (market price method), metode biaya penggantian (replacement cost), pendekatan yang mengacu pada nilai keanekaragaman hayati hutan mangrove di Indonesia, dan metode valuasi kontingensi (contingent valuation method) dengan mengukur kesediaan membayar masyarakat (willingness to pay) untuk pelestarian hutan mangrove. Dengan total luasan hutan mangrove seluas 144,1 ha, nilai ekonomi total dari manfaat yang dapat diberikan adalah sebesar Rp8.867.086.430/tahun. Jumlah ini terdiri dari nilai guna langsung (direct use value) yang berasal dari manfaat tangkapan kepiting sebesar Rp1.288.224.000, nilai guna tidak langsung (indirect use value) yang berasal dari manfaat penahan intrusi air laut dan manfaat pemecah gelombang sebesar Rp7.362.750.680, nilai pilihan (option value) sebesar Rp31.341.750, dan nilai keberadaan (existence value) sebesar Rp184.770.000. Dengan diketahuinya nilai ekonomi total dari suatu ekosistem, pihak terkait diharapkan akan lebih mudah mengalokasikan dana untuk konservasi berdasarkan besarnya manfaat yang diperoleh dari keberadaan ekosistem tersebut.