digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Keperluan akan metode penambahan efisiensi dari sebuah proses ekstraksi logam yang efisien, ramah lingkungan, dan murah terus menanjak. Nickel Pig Iron (NPI) adalah feronikel low grade yang merupakan alternatif dari nikel murni terutama dalam perannya dalam pembuatan besi baja. Proses rotary kiln – electric furnace yang digunakan oleh semua smelter NPI di Indonesia tidak layak secara ekonomi untuk produksi NPI kelas medium ke atas jika menggunakan nikel laterit low grade sebagai bahan mentahnya. Hal ini sangat berlawanan dengan meningkatnya kebutuhan dan harga nikel ke depannya. Proses reduksi selektif – pemisahan magnetik yang ditawarkan terbukti dapat meningkatkan nilai recovery proses menjadi 95% dan menghasilkan NPI 5% dengan nikel laterit low grade. Namun, peralihan proses tersebut memerlukan adanya tinjauan ekonomi untuk melihat kelayakannya. Metode real option akan digunakan karena metode ini dapat mengakomodasi faktor ketidakpastian yang dalam kasus ini disebabkan oleh pergerakan harga komoditas nikel. Hasil analisa ekonomi real option membuktikan bahwa metode reduksi selektif secara ekonomi layak untuk diimplementasi pada smelter yang sudah beroperasi karena memiliki nilai NPV strategis sebesar $205.784.809, lebih besar dari nilai NPV strategis metode RKEF eksisting sebesar $181.286.503.