Keperluan akan metode penambahan efisiensi dari sebuah proses ekstraksi logam
yang efisien, ramah lingkungan, dan murah terus menanjak. Nickel Pig Iron (NPI)
adalah feronikel low grade yang merupakan alternatif dari nikel murni terutama
dalam perannya dalam pembuatan besi baja. Proses rotary kiln – electric furnace
yang digunakan oleh semua smelter NPI di Indonesia tidak layak secara ekonomi
untuk produksi NPI kelas medium ke atas jika menggunakan nikel laterit low grade
sebagai bahan mentahnya. Hal ini sangat berlawanan dengan meningkatnya
kebutuhan dan harga nikel ke depannya. Proses reduksi selektif – pemisahan
magnetik yang ditawarkan terbukti dapat meningkatkan nilai recovery proses
menjadi 95% dan menghasilkan NPI 5% dengan nikel laterit low grade. Namun,
peralihan proses tersebut memerlukan adanya tinjauan ekonomi untuk melihat
kelayakannya. Metode real option akan digunakan karena metode ini dapat
mengakomodasi faktor ketidakpastian yang dalam kasus ini disebabkan oleh
pergerakan harga komoditas nikel. Hasil analisa ekonomi real option membuktikan
bahwa metode reduksi selektif secara ekonomi layak untuk diimplementasi pada
smelter yang sudah beroperasi karena memiliki nilai NPV strategis sebesar
$205.784.809, lebih besar dari nilai NPV strategis metode RKEF eksisting sebesar
$181.286.503.
Perpustakaan Digital ITB