digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Mie instan merupakan makanan kemasan yang pada umumnya terdiri dari mie, bumbu dan minyak sayur, yang ditemukan dan diproduksi pertama kali oleh Momofuku Ando di Jepang pada tahun 1958. Kemudian mie instan mulai diproduksi di Indonesia pada tahun 1968 dengan merk pertama yang muncul yaitu Supermi. Pada lima tahun terakhir, tingkat konsumsi mie instan per tahun di Indonesia adalah nomor dua terbesar di dunia, setelah Cina, dengan konsumsi lebih dari 12 milyar bungkus per tahun. Di sisi lain, kesadaran masyarakat akan dampak makanan terhadap kesehatan semakin meningkat, khususnya terkait dengan bahan aditif buatan seperti bahan pengawet, pewarna, dan penguat rasa, yang mana ketiganya ini terdapat pada mie instan. Sementara itu, beberapa tahun belakangan ini mulai bermunculan produk-produk mie instan yang tidak mengandung bahan aditif dan lemak trans serta rendah/tanpa gluten, yang dikenal dengan sebutan Mie Instan Sehat. PT. Tastyfood Boga Lestari, sebagai perusahaan privat yang bergerak di bidang produksi makanan kemasan, juga sedang mengembangkan mie instan sehat sebagai produk barunya. Oleh karena itu, PT. Tastyfood perlu memahami tren dan preferensi konsumen akan mie instan sehat, agar bisa digunakan untuk mengembangkan produk mie instan sehat yang mencocoki preferensi konsumen, agar produk barunya tersebut laku di pasaran. Untuk mendapatkan pemahaman yang akurat terhadap tren dan prerefensi konsumen, PT. Tastyfood melakukan riset pasar yang akan mencakup riset eksploratif dan deskriptif. Riset eksploratif digunakan untuk mengembangkan pendekatan terhadap masalah dan untuk mendesain kuesioner. Metode-metode yang digunakan pada riset eksploratif yaitu wawancara dengan para ahli teknologi pengolahan makanan dan ahli gizi, analisa data sekunder, dan riset kualitatif. Data sekunder didapatkan dari ulasan para konsumen dan pengamat terhadap berbagai merk mie instan yang pernah mereka konsumsi. Adapun riset kualitatif yang digunakan di sini yaitu diskusi grup terfokus dengan para konsumen mie instan yang biasa mengkonsumsi mie instan biasa maupun mie instan sehat. Sementara pada riset deskriptif dilakukan survey pasar menggunakan kuesioner online. Selanjutnya dari hasil survey pasar tersebut, perilaku konsumen akan dipelajari menggunakan pemodelan extended fishbein, sedangkan preferensi konsumen akan dipelajari menggunakan metode analisa konjoin. Dari riset eksploratif yang sudah dilakukan, didapatkan hasil bahwa konsumen percaya mie instan sehat itu lebih aman terhadap kesehatan dibandingkan dengan mie instan biasa. Namun, konsumen kurang menyukai rasa dari sebagian produk mie instan sehat yang ada di pasaran sekarang, meskipun juga ada beberapa varian rasa yang menurut mereka sudah menyamai kelezatan rasa mie instan biasa. Sebagian konsumen juga menyayangkan harga mie instan sehat yang terpaut jauh di atas harga mie instan biasa, serta kesulitan dalam mencari produk tersebut di toko-toko terdekat. Adapun dari riset deskriptif didapatkan bahwa rasa lezat dari mie instan adalah faktor utama bagi mayoritas konsumen dalam memilih mie instan. Selain itu didapatkan juga bahwa 34% responden memiliki niat perilaku yang lebih tinggi terhadap mie instan sehat. Ini menunjukkan bahwa jumlah konsumen yang berminat untuk membeli mie instan sehat itu cukup signifikan. Terkait minat terhadap mie instan sehat ini, konsumen lebih menyukai mie instan tanpa bahan pengawet dan MSG saja yang harganya lebih rendah, dibanding iv mie instan sehat yang tanpa bahan pengawet, MSG, pewarna buatan, lemak trans dan gluten tapi dengan harga lebih tinggi. Dari riset pasar yang sudah dilakukan, direkomendasikan bagi PT. Tastyfood pada tahap awal ini untuk fokus pada salah satu varian rasa yang paling diminati konsumen, yaitu rasa mie goreng. Perlu dilakukan riset untuk memformulasikan bumbu yang sesuai minat konsumen secara umum. Selama proses pengembangan resep bumbunya, perlu dilakukan uji coba pada konsumen dan meminta pendapat mereka setelah mencicipi sampel produk tersebut, hingga didapatkan resep bumbu yang betul-betul diminati konsumen. Kemudian setelah diproduksi nantinya, pada waktu peluncuran produknya perlu dilakukan lagi uji coba gratis bagi para konsumen, untuk memperkenalkan produk baru tersebut. Selain itu PT. Tastyfood agar memfokuskan pemasarannya pada kota tertentu saja, tapi memaksimalkan semua jalur pemasaran di kota tersebut, termasuk memasarkan di swalayan/supermarket dan toko-toko tradisional, sehingga konsumen mie instan betul-betul menyadari kehadiran produk baru tersebut.