digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Bencana alam merupakan suatu fenomena yang sering terjadi sekitar kita. Fenomena yang sering muncul adalah kejadian tanah longsor. Pada tahun 2017 sampai pertengahan tahun 2018, tercatat ada 14 laporan kejadian tanah longsor yang terjadi di Kabupaten Bogor. Daerah penelitian berada di Kawasan Puncak Pass, Megamendung dan sekitarnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat peta model untuk mengklasifikasikan zona atau daerah tingkat kerentanan lereng terhadap kejadian tanah longsor. Metode yang dilakukan adalah dengan melakukan analisa kestabilan lereng menggunakan program TRIGRS. Program ini menganalisa kestabilan lereng terhadap kejadian tanah longsor yang dipengaruhi oleh infiltrasi hujan ke dalam tanah. Input yang dimasukan ke dalam program ini adalah data kemiringan lereng, data arah aliran air, data hujan, dan data sifat fisik dan mekanik tanah. Kemudian data tersebut diolah dengan analisa kestabilan lereng tak-hingga yang kemudian dibentuk menjadi model. Output dari program ini merupakan peta model kestabilan lereng berdasarkan grid yang dapat diklasifikasikan untuk menentukan zona-zona kestabilan lereng terhadap kejadian tanah longsor. Peta model kestabilan lereng memiliki 4 pembagian daerah kestabilan lereng, yaitu Zona Sangat Stabil, Zona Stabil, Zona Kurang Stabil, dan Zona Tidak Stabil. Hasil akhir pemodelan menunjukan Zona Sangat Stabil menempati 31%, Zona Stabil menempati 5%, Zona Kurang Stabil menempati 13%, dan Zona Tidak Stabil mempati 51% dari daerah penelitian. Peta kestabilan lereng telah sesuai dengan kondisi lapangan pada tanggal 9 Februari 2018 dimana terjadi longsoran besar pada tanggal 5 Februari 2018.