Bencana alam merupakan suatu fenomena yang sering terjadi sekitar kita.
Fenomena yang sering muncul adalah kejadian tanah longsor. Pada tahun 2017
sampai pertengahan tahun 2018, tercatat ada 14 laporan kejadian tanah longsor
yang terjadi di Kabupaten Bogor. Daerah penelitian berada di Kawasan Puncak
Pass, Megamendung dan sekitarnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat
peta model untuk mengklasifikasikan zona atau daerah tingkat kerentanan lereng
terhadap kejadian tanah longsor.
Metode yang dilakukan adalah dengan melakukan analisa kestabilan lereng
menggunakan program TRIGRS. Program ini menganalisa kestabilan lereng
terhadap kejadian tanah longsor yang dipengaruhi oleh infiltrasi hujan ke dalam
tanah. Input yang dimasukan ke dalam program ini adalah data kemiringan lereng,
data arah aliran air, data hujan, dan data sifat fisik dan mekanik tanah. Kemudian
data tersebut diolah dengan analisa kestabilan lereng tak-hingga yang kemudian
dibentuk menjadi model. Output dari program ini merupakan peta model kestabilan
lereng berdasarkan grid yang dapat diklasifikasikan untuk menentukan zona-zona
kestabilan lereng terhadap kejadian tanah longsor.
Peta model kestabilan lereng memiliki 4 pembagian daerah kestabilan lereng, yaitu
Zona Sangat Stabil, Zona Stabil, Zona Kurang Stabil, dan Zona Tidak Stabil. Hasil
akhir pemodelan menunjukan Zona Sangat Stabil menempati 31%, Zona Stabil
menempati 5%, Zona Kurang Stabil menempati 13%, dan Zona Tidak Stabil
mempati 51% dari daerah penelitian. Peta kestabilan lereng telah sesuai dengan
kondisi lapangan pada tanggal 9 Februari 2018 dimana terjadi longsoran besar pada
tanggal 5 Februari 2018.
Perpustakaan Digital ITB