Termoklin merupakan lapisan dilautan yang memiliki gradien suhu vertikal yang tajam
dan berperan penting dalam dinamika laut-atmosfer serta ekosistem laut. Variabilitas
kedalaman termoklin dipengaruhi oleh faktor musiman, pola angin, dan variabilitas
iklim. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variabilitas tahunan kedalaman
termoklin di perairan barat Sumatra pada periode 2015-2045 serta mengkaji
perubahannya sebagai indikator dampak perubahan iklim berdasarkan data model
CMIP6 pada skenario SSP1 dan SSP5, dengan ORAS5 sebagai data referensi. Hasil
analisis menunjukkan bahwa seluruh model CMIP6 mampu merepresentasikan pola
spasial kedalaman termoklin. Pada skenario SSP1, kedalaman termoklin berkisar antara
120-146 m di lintang 3° LS-3° LU dan 75-120 m di laut lepas. Pada skenario SSP5,
kedalaman termoklin meningkat menjadi sekitar 121-148 m di lintang 3° LS-3° LU dan
74-121 m di laut lepas, yang mengindikasikan adanya pendalaman sekitar 5 m pada
skenario emisi tinggi. Secara temporal, ORAS5 menunjukkan kedalaman termoklin
yang relatif stabil pada kisaran 95-120 m dengan kecenderungan pendangkalan.
Sebaliknya, sebagian besar model CMIP6 menyimulasikan kedalaman termoklin yang
lebih dalam dan menunjukkan tren pendalaman, terutama pada skenario SSP5.
Perubahan skenario emisi lebih mempengaruhi nilai kedalaman dan bias termoklin,
sedangkan pola penyebaran spasialnya relatif tidak banyak berubah. Di antara seluruh
model yang dianalisis, TaiESM1 menunjukkan kinerja yang paling konsisten dalam
merepresentasikan variabilitas kedalaman termoklin pada kedua skenario, dengan
tingkat ke
Perpustakaan Digital ITB