digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Stefani Budiarti
PUBLIC Open In Flipbook Rita Nurainni, S.I.Pus

Termoklin merupakan lapisan dilautan yang memiliki gradien suhu vertikal yang tajam dan berperan penting dalam dinamika laut-atmosfer serta ekosistem laut. Variabilitas kedalaman termoklin dipengaruhi oleh faktor musiman, pola angin, dan variabilitas iklim. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variabilitas tahunan kedalaman termoklin di perairan barat Sumatra pada periode 2015-2045 serta mengkaji perubahannya sebagai indikator dampak perubahan iklim berdasarkan data model CMIP6 pada skenario SSP1 dan SSP5, dengan ORAS5 sebagai data referensi. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh model CMIP6 mampu merepresentasikan pola spasial kedalaman termoklin. Pada skenario SSP1, kedalaman termoklin berkisar antara 120-146 m di lintang 3° LS-3° LU dan 75-120 m di laut lepas. Pada skenario SSP5, kedalaman termoklin meningkat menjadi sekitar 121-148 m di lintang 3° LS-3° LU dan 74-121 m di laut lepas, yang mengindikasikan adanya pendalaman sekitar 5 m pada skenario emisi tinggi. Secara temporal, ORAS5 menunjukkan kedalaman termoklin yang relatif stabil pada kisaran 95-120 m dengan kecenderungan pendangkalan. Sebaliknya, sebagian besar model CMIP6 menyimulasikan kedalaman termoklin yang lebih dalam dan menunjukkan tren pendalaman, terutama pada skenario SSP5. Perubahan skenario emisi lebih mempengaruhi nilai kedalaman dan bias termoklin, sedangkan pola penyebaran spasialnya relatif tidak banyak berubah. Di antara seluruh model yang dianalisis, TaiESM1 menunjukkan kinerja yang paling konsisten dalam merepresentasikan variabilitas kedalaman termoklin pada kedua skenario, dengan tingkat ke