Berikut ringkasan teks dalam maksimal 50 kalimat:
Teks ini membahas penggunaan model TRIGRS untuk memprediksi kestabilan lereng secara regional berdasarkan infiltrasi hujan. TRIGRS, yang diprogram dalam Fortran, menghitung faktor keamanan (FS) lereng dengan mempertimbangkan perubahan tekanan pori akibat infiltrasi hujan harian. Faktor-faktor yang memengaruhi FS meliputi intensitas hujan, kemiringan lereng, arah aliran air, dan properti tanah. Hujan memengaruhi tekanan pori, kemiringan lereng meningkatkan risiko longsor, dan properti tanah (sifat fisik, mekanik, dan muka air tanah) memengaruhi kestabilan. Data kemiringan lereng diperoleh dari DEM, kemudian diolah untuk mendapatkan data arah aliran air. Perhitungan FS menggunakan analisis kestabilan lereng tak hingga (Taylor, 1948) yang dipengaruhi oleh data lereng, hasil uji laboratorium (kohesi, sudut geser dalam, berat jenis tanah), kedalaman, dan tekanan pori. Tekanan pori berubah seiring waktu akibat akumulasi curah hujan, yang dapat menjenuhkan tanah dan memicu longsor. Persamaan 2.2 digunakan untuk menghitung tekanan pori berdasarkan jarak vertikal permukaan ke MAT awal, waktu, ketebalan lapisan tanah jenuh air, difusivitas tanah, kedalaman MAT vertikal, intensitas perpindahan massa, dan konduktivitas hidraulik. Hasil perhitungan FS ditampilkan dalam bentuk grafik untuk menganalisis kejadian longsor dan faktor-faktor kritisnya.