digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Bencana Lumpur Sidoarjo yang telah berlangsung selama lebih dari 13 tahun masih menjadi momok bagi korban terdampak. Kerusakan lingkungan tidak memungkinkan area terdampak untuk ditinggali, hal ini mengakibatkan lebih dari 14.000 kepala keluarga terpaksa diungsikan setelah kehilangan rumah dan harta bendanya. Melihat fenomena ini, penting adanya studi mendalam terkait keterikatan emosional pada lingkungan tempat tinggal yang dapat menjelaskan proses dwelling dan resettlement paska displacement. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor pada place attachment yang dapat dijadikan acuan ruang pada shelter atau tempat pengungsian guna mempermudah proses adaptasi dan dapat memenuhi kebutuhan psikologis displaced persons. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan analisa yang bersifat idiografik sekaligus nomotetik. Strategi penelitian adalah dengan penggunaan teknik wawancara dan kuesioner self-report untuk mengukur kadar keterikatan emosional IDP (Internally Displaced Persons) dengan menggunakan Place Attachment Scale. Dari penelitian ini dihasilkan temuan bahwa faktor suasana lingkungan yang berpengaruh pada interaksi sosial dapat menumbuhkan ikatan sosial. Adanya ikatan sosial dan munculnya keterikatan emosional pada lingkungan tempat tinggal ditandai oleh timbulnya perasaan sedih (marah) jika salah satu dari rangkaian tersebut hilang atau rusak. Hunian atau shelter yang dapat mengakomodasi kebutuhan tersebut disinyalir mempermudah proses dwelling pada kondisi displacement.