digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Arie Setiawan
PUBLIC Open In Flipbook Irwan Sofiyan

COVER Arie Setiawan
PUBLIC Open In Flipbook Irwan Sofiyan

BAB 1 Arie Setiawan
PUBLIC Open In Flipbook Irwan Sofiyan

BAB 2 Arie Setiawan
PUBLIC Open In Flipbook Irwan Sofiyan

BAB 3 Arie Setiawan
PUBLIC Open In Flipbook Irwan Sofiyan

BAB 3 Arie Setiawan
PUBLIC Open In Flipbook Irwan Sofiyan

BAB 3 Arie Setiawan
PUBLIC Open In Flipbook Irwan Sofiyan

BAB 4 Arie Setiawan
PUBLIC Open In Flipbook Irwan Sofiyan

BAB 4 Arie Setiawan
PUBLIC Open In Flipbook Irwan Sofiyan

BAB 4 Arie Setiawan
PUBLIC Open In Flipbook Irwan Sofiyan

BAB 4 Arie Setiawan
PUBLIC Open In Flipbook Irwan Sofiyan

BAB 4 Arie Setiawan
PUBLIC Open In Flipbook Irwan Sofiyan

BAB 4 Arie Setiawan
PUBLIC Open In Flipbook Irwan Sofiyan

BAB 5 Arie Setiawan
PUBLIC Open In Flipbook Irwan Sofiyan

PUSTAKA Arie Setiawan
PUBLIC Open In Flipbook Irwan Sofiyan

Dalam penelitian ini dibahas pengaruh karakteristik batulempung dan derajat pelapukannya terhadap kestabilan lereng. Lokasi penelitian dilaksanakan di daerah perbukitan Amfoang Tengah, Nusa Tenggara Timur dengan batuan penyusun berupa batulempung Formasi Bobonaro. Dalam penelitian ini batulempung Formasi Bobonaro dibedakan atas empat kelas derajat pelapukan. Parameter dasar dalam analisis kestabilan lereng yang terdiri dari berat isi, kohesi, dan sudut geser dalam mengalami penurunan nilai seiring dengan meningkatnya derajat pelapukan. Berat isi pada derajat pelapukan II berkisar 2 - 2,1 g/cm3, derajat pelapukan III berkisar 1,90 – 2,01 g/cm3, derajat pelapukan IV berkisar 1,88 – 1,98 g/cm3, dan derajat pelapukan V berkisar 1,53 – 1,89 g/cm3. Kohesi pada derajat pelapukan II berkisar 1,51 – 1,96 kg/cm2, derajat pelapukan III berkisar 0,22 – 0,35 kg/cm2, derajat pelapukan IV berkisar 0,195 – 0,23 kg/cm2, dan derajat pelapukan V berkisar 0,14 – 0,23 kg/cm2. Sudut geser dalam pada derajat pelapukan II berkisar 25,57 o – 29,82o, derajat pelapukan III berkisar 11,8 o – 20,6o, derajat pelapukan IV berkisar 10,64 o – 18,64o, dan derajat pelapukan V berkisar 8,34 o – 14,49o. Hasil analisis juga memperlihatkan bahwa batulempung Formasi Bobonaro ini rentan terhadap proses pelapukan dengan nilai indeks slake durability rendah – sangat rendah dan aktivitas atau potensi mengembang rendah - sedang. Analisis kestabilan lereng didasarkan pada asumsi bahwa lereng terdiri dari material yang tidak homogen yaitu dengan nilai sifat keteknikan bervariasi terhadap derajat pelapukan dan material homogen, yaitu dengan nilai sifat keteknikan batulempung derajat pelapukan V. Hasil analisis kestabilan lereng memperlihatkan perbedaan nilai faktor keamanan yang drastis antara lereng yang terdiri dari material variasi derajat pelapukan dan lereng yang terdiri dari material homogen. Hal ini menunjukkan bahwa semakin berkembang derajat pelapukan pada batulempung, maka kekuatan geser akan menurun, sehingga stabilitas lereng juga menurun, tercermin pada nilai faktor keamanan yang semakin rendah.