BAB 1 M. Raihan Al Akbar
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 M. Raihan Al Akbar
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 M. Raihan Al Akbar
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 M. Raihan Al Akbar
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 M. Raihan Al Akbar
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA M. Raihan Al Akbar
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Teknologi pencetakan 3D telah memberikan dampak yang besar di berbagai sektor.
Dengan metode ini, objek dapat dibuat dengan menumpuk lapisan material secara
bertahap, menghasilkan benda dengan struktur yang rumit dan detail yang tinggi.
Penelitian ini menhubungkan antara kuat geser batuan dengan hasil cetak 3D berupa
gypsum yang memiliki kekasaran yang berbeda-beda. Kekasaran ini dibentuk
melalui pemodelan statistika dan disesuaikan dengan Joint Roughness Profiles
6,7,8,9 dan 10 yang selanjutnya dicetak secara 3D. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa teknologi 3D printing mampu mereproduksi profil kekasaran bidang secara
akurat sesuai klasifikasi JRC. Analisis regresi mengindikasikan bahwa sudut gesek
dalam merupakan parameter dominan yang mempengaruhi hubungan antara JRC
dan kuat geser, dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,64 pada kondisi peak
dan 0,72 pada kondisi residual. Selain itu, hasil uji memperlihatkan bahwa
tegangan geser meningkat seiring bertambahnya JRC, baik pada kondisi peak yang
berkisar antara 0,17 hingga 0,40 kN maupun kondisi residual yang berkisar antara
0,10 hingga 0,21 kN.
Perpustakaan Digital ITB